Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pelayanan PDAM Dikeluhkan, Tagihan Tinggi Meski Air Sering Mati

Amin Basiri • Selasa, 2 Desember 2025 | 15:30 WIB
PUSAT LAYANAN: Warga sedang berada di kantor Perumda Air Minum Sumekar atau PDAM Sumenep di jalan dr Cipto Desa Kolor Kecamatan Kota, Senin (1/12).
PUSAT LAYANAN: Warga sedang berada di kantor Perumda Air Minum Sumekar atau PDAM Sumenep di jalan dr Cipto Desa Kolor Kecamatan Kota, Senin (1/12).

SAMENEP, RadarMadura.id - Air Perumda Air Minum Sumekar yang mengalir ke Desa Gunggung, Kecamatan Batuan, sering mati.

Meski begitu, tagihan yang dikeluarkan pelanggan tetap tinggi.

Kondisi ini dialami oleh Fajar, warga Desa Gunggung. Dirinya sudah berlangganan air dari Perumda Air Minum Sumekar.

Namun, air yang mengalir ke pelanggan tidak normal sejak dua bulan terakhir. Terkadang aliran air kecil, bahkan tidak hidup.

Meski demikian, beban tagihan yang harus dibayar tetap tinggi. Saya dua bulan harus bayar Rp 200 ribu, padahal airnya sering mati. Kalaupum hidup, alirannya sangat kecil, kata Fajar.

Fajar mengutarakan, belum ada penjelasan secara detail dari pihak PDAM terkait masalah aliran air tersebut.

Dia merasa dirugikan dan mengganggu aktivitasnya. Kami juga tidak tahu penyebabnya apa.

Yang jelas, kondisi sering mati sudah berjalan selama dua bulan, tuturnya.

Direktur Perumda Air Minum Sumekar Sumenep Febmi Noerdiansyah membenarkan jika pasokan air ke pelanggan di Desa Gunggung sedang bermasalah.

Kondisi ini sudah berlangsung lama. Pihaknya masih mencari tahu penyebabnya.

”Teman-teman di lapangan masih terus mencari titik persoalannya. Untuk mengatasi kebutuhan air bagi pelanggan, kita maksimalkan pengiriman air melalui mobil tangki, terangnya.

Berkenaan dengan tagihan air yang besar, lanjut Febmi, itu disesuaikan dengan kilometer setiap pelanggan.

Pihaknya melakukan penagihan berdasarkan penggunaan air pelanggan sesuai dengan yang tercantum di kilometer. 

Yang jelas tagihannya itu pasti sesuai dengan kilometer pelanggan, tukas Febmi. (iqb/bil)

Editor : Amin Basiri