Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Jelang Nataru, Wabup Imam Hasyim Minta TPID Pantau Stabilitas dan Harga Komoditas

Hera Marylia Damayanti • Sabtu, 22 November 2025 | 16:56 WIB
TEGAS: Wabup Sumenep Imam Hasyim saat menyampaikan sambutan dan FGD di Ruang Rapat Arya Wiraraja, Kantor Bupati Sumenep, Kamis (20/11). (PROKOPIM UNTUK JPRM)
TEGAS: Wabup Sumenep Imam Hasyim saat menyampaikan sambutan dan FGD di Ruang Rapat Arya Wiraraja, Kantor Bupati Sumenep, Kamis (20/11). (PROKOPIM UNTUK JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Tim pengendalian inflasi daerah (TPID) menggelar focus group discussion (FGD) di Ruang Rapat Arya Wiraraja, Kantor Bupati Sumenep. Tujuan digelarnya diskusi kelompok terarah itu adalah untuk membahas stabilitas pasokan dan harga komoditas strategis menjelang perayaan Natal dan tahun baru (Nataru).

Wakil Bupati (Wabup) Sumenep Imam Hasyim mengatakan, menjelang perayaan hari besar keagamaan nasional, tingkat konsumsi konsumen biasanya cenderung meningkat. Menurutnya, situasi itu sering diikuti dengan melonjaknya harga bahan pokok, terutama pada komoditas strategis.

Seperti beras, minyak, gula, telur, daging, serta komoditas hortikultura. Salah satunya cabai dan bawang.

”Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan ketersediaan pasokan aman, harga terkendali, dan distribusi berjalan lancar. Warga harus tenang dan jangan panik,” pintanya.

Imam Hasyim minta organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan pemetaan komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan permintaan maupun harga jelang perayaan Nataru.

”Saya juga minta agar laporan perkembangan stok, kebutuhan, dan distribusi setiap komoditas disampaikan secara rutin dan terukur,” ingatnya.

Sementara itu, Kabag Perekonomian dan SDA Setkab Sumenep Dadang Dedy Iskandar menuturkan, FGD memang digelar untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi. Sehingga, inflasi harus tetap terjaga.

”Melalui FGD ini, kami ingin memastikan semua pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama dalam mengantisipasi dinamika harga dan pasokan menjelang akhir tahun,” ujarnya.

Dikonfirmasi di tempat terpisah, Penjabat Sekkab Sumenep Ach. Syahwan Effendi menjelaskan, pihaknya telah mengembangkan sistem informasi bahan pokok dan fitur cek inflasi lokal sebagai bagian dari upaya digitalisasi pemantauan inflasi.

”Melalui sistem ini, para camat kami dorong untuk aktif melakukan update harian harga komoditas di pasar lokal. Sehingga, datanya dapat kita pantau secara real time,” ulasnya.

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), FGD dihadiri oleh unsur forkopimda, para camat, serta dinas terkait. Panitia juga menghadirkan sederet narasumber. Di antaranya Kepala Biro Perekonomian Setprov Jatim Dr. Mhd. Aftabuddin, Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jatim Petrus Endria Effendhi, serta perwakilan dari Bulog dan BPS Sumenep. (tif/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#ketersediaan pasokan #fgd #harga bahan pokok #nataru #natal dan tahun baru #kenaikan #stabilitas pasokan #tpid #harga komoditas