SUMENEP, RadarMadura.id – Dana hibah bantuan politik (banpol) Partai Bulan Bintang (PBB) Sumenep terancam hangus.
Sebab, hingga saat ini, dana banpol tersebut belum juga dicairkan. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Sumenep belum bisa mencairkan karena persyaratan belum lengkap.
Dana hibah yang diberikan ke PBB tersebut sebesar Rp 43.840.000. Anggaran puluhan juta tersebut berdasar perolehan suara yang diperoleh saat Pileg 2024.
Setiap satu suara dihargai Rp 3.000. Sedangkan PBB diketahui hanya memiliki satu kursi di DPRD atau meraih 8.768 suara.
Kepala Bakesbangpol Sumenep Achmad Dzulkarnain membenarkan jika dana banpol yang menjadi hak PBB sampai sekarang belum dicairkan.
Sebab, pengurus PBB belum menyetor berkas persyaratan pencairan banpol. ”Kami tidak memiliki dasar untuk mencairkan anggaran tersebut,” katanya.
Dzulkarnain menyatakan, institusinya sudah berkomunikasi dengan Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PBB Sumenep Badrul Aini.
Tujuannya, agar berkas pencairan dana banpol segera disetorkan. Sebab, dari 10 partai politik (parpol) yang berhak menerima dana banpol, hanya PBB yang belum mencairkan.
”Berulang kali saya menghubungi tapi tidak direspons. Didatangi ke kantor dan rumahnya juga tidak bertemu. Intinya kami sudah berupaya,” tegasnya.
Menurut dia, jika sampai akhir tahun 2025 tidak dicairkan, maka dana banpol tersebut bisa saja hangus. Karena itu, dia berharap DPC PBB Sumenep segera mengurus pencairan dana banpol tersebut.
”Kalau tidak dicairkan, anggarannya nanti akan dikembalikan ke kas daerah,” ulas Dzulkarnain.
Dzulkarnain mengungkapkan, pencairan dana banpol tersebut bisa dilakukan kapan saja.
Yang terpenting tidak sampai tutup anggaran 2025. ”Kalau mengaca pada tahun sebelumnya, PBB memang melakukan pencairan di akhir tahun,” imbuh Dzulkarnain.
Sementara itu, Ketua DPC PBB Sumenep Badrul Aini belum bisa dimintai tanggapan terkait hal tersebut. Sebab, saat dihubungi koran ini melalui nomor handphone-nya, yang bersangkutan tidak merespons.
Begitu juga dengan pesan WhatsApp yang dikirim Jawa Pos Radar Madura (JPRM) tidak berbalas. (iqb/yan)
Editor : Amin Basiri