SUMENEP, RadarMadura.id - Proyek pembangunan gedung pelayanan Satlantas Polres Sumenep yang dikerjakan oleh CV Merubetiri menuai sorotan.
Pasalnya, papan informasi dipasang di area tersembunyi.
Tepatnya di belakang area proyek. Akibatnya sulit terlihat oleh publik.
Pengerjaan proyek tersebut sudah berlangsung selama 42 hari kalender, terhitung mulai Sabtu (20/9).
Proyek itu ditarget tuntas pada Desember mendatang.
Proyek fisik itu melekat di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Sumenep.
Alokasi anggarannya mencapai sebesar Rp 1.202.921.355, dengan nilai kontrak Rp 1.177.659.082,08.
Direktur CV Merubetiri Mohammad Ridho mengeklaim pengerjaan proyek telah sesuai prosedur.
Progresnya juga berjalan sesuai perencanaan.
Hanya, laporan detailnya masih menunggu dari konsultan pengawas. "Target kami selesai 25 Desember 2025," ujarnya.
Berkenaan dengan pemasangan informasi, kata Ridho, papan tersebut awalnya dipasang di bagian depan.
Tiba-tiba, papan itu tersenggol ekskavator. "Rencananya, akan kami pasang lagi di depan," janjinya.
Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Sumenep Akhmadi Yasid mengingatkan pentingnya keterbukaan informasi dalam setiap pengerjaan proyek pembangunan yang dibiayai oleh negara.
"Papan informasi harus dipasang di tempat terbuka agar masyarakat bisa mengetahui detail proyek. Harus transparan," tegasnya. (tif/yan)
Editor : Amin Basiri