SUMENEP, RadarMadura.id – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memiliki cara tersendiri dalam menyambut Hari Jadi Ke-756 Kabupaten Sumenep. Salah satunya mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) mengenakan baju adat keraton lengkap. Instruksi tersebut untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat identitas daerah.
Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pemakaian Baju Adat Keraton Sumenep. Dalam surat itu bupati mewajibkan ASN/non-ASN serta pegawai BUMD di lingkungan Pemkab Sumenep untuk memakai baju adat keraton lengkap. Kebijakan tersebut berlaku selama dua hari, yakni 30 hingga 31 Oktober.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, penggunaan baju adat ini bukan hanya untuk ASN dan non-ASN. Tapi, juga berlaku bagi pegawai instansi vertikal, BUMN, dosen, dan guru pada lembaga pendidikan swasta. Sementara mahasiswa dan pelajar diminta menggunakan batik Sumenep.
”Pemakaian baju adat keraton lengkap tidak berlaku pada ASN dan non-ASN yang bertugas memakai seragam khusus, seperti paramedis saat melakukan tugas operasi pasien dan petugas keamanan. Seperti satpol PP dan petugas pemadam kebakaran di lapangan,” tukasnya.
Kebijakan ini sengaja diterapkan sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan budaya lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumenep. Sekaligus untuk mengenalkan baju adat Sumenep kepada masyarakat luas.
”Pemerintah daerah membuat kebijakan berpakaian baju adat Keraton Sumenep sebagai langkah melestarikan adat dan budaya leluhur yang kental dengan sejarah kerajaannya,” katanya.
Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu menyampaikan, kebijakan penggunaan pakaian adat ini memang hanya dua hari. Namun, jangan dianggap sebagai seremonial semata. Tapi, harus dijadikan sebagai sarana memperkuat identitas daerah.
Juga dalam rangka menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur.
”Peringatan hari jadi ini bukan sekadar mengenang sejarah panjang Kabupaten Sumenep, melainkan momentum untuk meneguhkan komitmen dalam melestarikan budaya dan tradisi daerah,” ucap Fauzi.
Fauzi menambahkan, peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ini harus menjadi semangat untuk bekerja lebih baik lagi. Semangat bersama untuk membangun dan memajukan Sumenep.
”Kami ingin peringatan hari jadi bukan sebagai rutinitas seremonial belaka, tetapi harus mengandung makna dan hakikat untuk membangun Kabupaten Sumenep lebih baik demi kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya. (iqb/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti