SUMENEP, RadarMadura.id – Kabupaten Sumenep kembali diguncang gempa sekitar pukul 14.10 WIB, Senin (13/10).
Meski begitu, pemerintah meminta masyarakat tidak panik.
Sebab, terus melakukan mitigasi dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak gempa.
Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa yang terjadi Senin (13/10) berpusat di titik koordinat 7,28 lintang selatan dan 114,14 bujur timur. Gempa itu terjadi di kedalaman 14 kilometer.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyatakan, pemerintah daerah telah menyiagakan tim tanggap darurat di lapangan.
Itu untuk memastikan keselamatan warga sekaligus mempercepat penanganan dampak gempa.
Pemerintah berupaya hadir secepat mungkin di tengah masyarakat, untuk memberikan bantuan sekaligus memastikan keselamatan warga, dan seluruh tim tanggap darurat tetap siaga, tuturnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik saat merasakan getaran susulan.
Namun, dia meminta warga selalu waspada serta segera mencari tempat aman jika terjadi guncangan cukup kuat.
”Kami meminta masyarakat tidak panik dan tetap tenang saat terjadi gempa bumi susulan.
Tetapi, warga tetap perlu waspada dan segera mencari tempat aman jika merasakan getaran yang cukup kuat, pintanya.
Dia menekankan pentingnya menjaga jarak dari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa sebelumnya.
Sebab, potensi reruntuhan bisa membahayakan keselamatan.
Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berada di dekat atau di dalam bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa, karena keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama, tegasnya.
Dia menambahkan, gempa bumi merupakan fenomena alam yang tidak dapat diprediksi. Sehingga kewaspadaan perlu selalu dijaga.
Pemerintah mengajak masyarakat untuk terus berdoa agar Sumenep senantiasa dalam lindungan Tuhan dan dijauhkan dari bencana.
Pemerintah daerah tidak bisa memprediksi terjadinya gempa bumi yang merupakan peristiwa alam.
Karena itu, masyarakat terus berdoa semoga selalu dalam lindungan Allah SWT dan selamat dari dampak bencana alam ini, imbuhnya.
Sekedar informasi, ada terdapat 613 bangunan yang rusak akibat gempat yang terjadi Selasa (30/9) hingga Senin (13/10).
Geteran gempa yang berpusat di wilayah laut tersebut dirasakan hingga ke berbagai daerah. Salah satunya Surabaya. (tif/jup)
Editor : Amin Basiri