SUMENEP, RadarMadura.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar doa bersama di Pendopo Agung Keraton Sumenep pada Kamis (9/10) malam.
Doa bersama itu sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon keselamatan dan kedamaian masyarakat dan daerah.
Doa bersama itu dipimpin KH Taufikurahman Syakur.
Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim menyampaikan, doa bersama digelar sebagai bentuk rasa syukur dan memohon kepada Allah SWT agar Kota Keris senantiasa dilindungi dari berbagai musibah dan bencana alam.
Selain itu, masyarakat dapat hidup rukun dalam suasana aman dan sejahtera.
”Kami mengharapkan melalui doa bersama ini Kabupaten Sumenep selalu berada dalam lindungan Allah SWT,” katanya.
Wabub Imam menuturkan, kegiatan tersebut akan diagendakan secara rutin.
Sebab, doa merupakan kekuatan dalam menjaga keharmonisan dan ketenteraman daerah.
Harapannya, semua eleman masyarakat dapat memperkuat kepedulian sosial dan semangat gotong royong.
”Semua elemen masyarakat harus merawat kebersamaan dan kepedulian sosial dalam menjaga ketentraman daerah.
Doa dan kebersamaan menjadi benteng dalam menghadapi segala musibah maupun tantangan kehidupan,” ungkapnya.
Dia juga mengajak masyarakat menjaga ketertiban lingkungan dan memperkuat semangat gotong royong.
Hal itu sebagai bagian dari upaya untuk mencegah terjadinya bencana.
Menurutnya, menjaga alam merupakan bagian dari bentuk tanggung jawab bersama demi keberlanjutan kehidupan dan ketentraman masyarakat.
”Menjaga lingkungan dan memperkuat gotong royong adalah langkah nyata yang harus dilakukan.
Sehingga, Sumenep tetap damai, aman, dan terhindar dari bencana,” tandasnya. (tif/bil)
Editor : Amin Basiri