Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Sejumlah Sekolah Rusak akibat Gempa, Dispendik Sumenep Tegaskan Masih Bisa Dipakai untuk Kegiatan Belajar Mengajar

Hera Marylia Damayanti • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 15:11 WIB
PLAFON AMBRUK: Salah satu sekolah di Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Sumenep, yang terdampak gempa pada Selasa (30/9) malam. (BPBD UNTUK JPRM)
PLAFON AMBRUK: Salah satu sekolah di Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Sumenep, yang terdampak gempa pada Selasa (30/9) malam. (BPBD UNTUK JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Gempa dengan kekuatan 6.0 Magnitudo yang mengguncang Kabupaten Sumenep pada Selasa (30/9) malam menyebabkan sejumlah sekolah rusak. Informasinya, terdapat 10 sekolah dasar (SD) di dua kecamatan yang ada di Pulau Sapudi rusak.

”Iya, ada beberapa sekolah yang terdampak,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Sumenep Agus Dwi Saputra.

Agus memerinci, di Kecamatan Gayam dilaporkan ada enam sekolah yang rusak. Perinciannya, SDN Gayam 1, SDN Gendang Barat 1, SDN Gendang Barat 3, SDN Karang Tengah, SDN Gendang Timur 3, dan SDN Nyamplong.

Sementara di Kecamatan Nonggunong ada empat sekolah yang rusak. Yakni, SDN Sokaramme Paseser 1, SDN Sokaramme Paseser 3, SDN Sokaramme Timur 1, dan SDN Talaga 2.

”Sebagian besar yang rusak plafon ruang kelas dan ruang guru. Juga, dinding bangunan retak saking kuatnya guncangan,” terangnya.

Meski begitu, dia memastikan, kegiatan belajar mengajar (KBM) masih bisa tetap berlangsung. Sebab, warga dan guru bergotong royong membersihkan puing-puing reruntuhan bangunan. Dengan demikian, sekolah-sekolah yang terdampak masih bisa dimanfaatkan sambil lalu menunggu proses perbaikan.

”Kami sudah menurunkan tim untuk mengecek kondisi sekolah dan memastikan kegiatan belajar mengajar tetap dapat berjalan dengan lancar,” jelasnya.

Sekadar diketahui, gempa bumi berkekuatan 6,0 Magnitudo mengguncang wilayah Sumenep pada Selasa (30/9) sekitar pukul 23.49. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di titik koordinat 7,25 lintang selatan dan 114,22 bujur timur, dengan kedalaman 11 kilometer.

Pusat gempa berjarak sekitar 50 kilometer tenggara Sumenep, dan gempa tidak berpotensi Tsunami. Namun, guncangan gempa dirasakan oleh mayoritas masyarakat Sumenep dan tiga kabupaten lain di Madura.

Termasuk sejumlah kabupaten/kota di Jatim. Saat terjadi gempa, sejumlah warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. (tif/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Terdampak #sekolah rusak #KBM #magnitudo #gempa