Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

BPBD Catat 250 Unit Bangunan Rusak, Bantuan Kemensos Tiba di Sumenep

Hera Marylia Damayanti • Jumat, 3 Oktober 2025 | 13:29 WIB
TURUN LANGSUNG: Asisten Administrasi Umum Setkab Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya turun langsung meninjau dan memberi bantuan pada warga terdampak gempa di Desa Gapurana, Talango, Sumenep.
TURUN LANGSUNG: Asisten Administrasi Umum Setkab Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya turun langsung meninjau dan memberi bantuan pada warga terdampak gempa di Desa Gapurana, Talango, Sumenep.

SUMENEP, RadarMadura.id – Hari kedua pascagempa di Kabupaten Sumenep, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep mencatat terdapat 250 lebih bangunan dilaporkan mengalami kerusakan. Mulai dari kerusakan ringan, sedang, dan berat.

Ratusan rumah itu tersebar di dua kecamatan terdampak. Yakni, Gayam dan Nonggunong, Pulau Sapudi. Akan tetapi, jumlah tersebut masih bersifat sementara. ”Data 250 lebih ini hasil laporan awal dan diinput tim BPBD,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sumenep Ach. Laili Maulidy Kamis (2/10).

Dia menjelaskan, jumlah tersebut masih bisa bertambah dan berkurang. Saat ini proses asesmen masih berlangsung. ”Ada kemungkinan beberapa rumah memang sudah rusak sebelumnya. Sehingga, tidak bisa dikategorikan sebagai dampak gempa,” terangnya.

Hingga kemarin, tim masih melakukan asesmen langsung di lapangan. Sebanyak 10 personel BPBD diterjunkan ke lokasi terdampak. Ditambah tim dari dinas sosial, TNI, dan Polri. Hal itu untuk mempercepat pendataan dan memastikan kebutuhan warga terdampak bisa segera ditangani.

Dia menambahkan, untuk korban luka-luka hingga saat ini tercatat sebanyak enam orang. Saat ini mereka sudah mendapatkan perawatan dari tim medis Puskesmas Gayam.

Menurutnya, enam korban itu hanya mengalami luka ringan dan tidak membutuhkan rawat inap. Yakni, Faiz Iqbal, warga Desa Karang Tengah terkena serpihan kaca; Sahraye, warga Desa Pancor luka ringan; Muade, warga Desa Pancor terkena reruntuhan; Haniya, warga Desa Gendang Barat mengalami luka memar di kepala; Nyi Bini, warga Desa Prambanan mengalami luka kecil di dahi; dan Hanifa, warga Desa Prambanan mengalami luka di kaki, betis, dan jari kaki.

”Mereka semua berasal dari Kecamatan Gayam dan sudah ditangani oleh nakes puskesmas setempat. Alhamdulillah, hingga saat ini belum ada laporan lagi untuk korban yang mengalami luka-luka karena gempa,” tandasnya.

RUSAK PARAH: Salah satu rumah warga rusak parah akibat guncangan gempa di Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Selasa (30/9). (POLRES SUMENEP UNTUK JPRM)
RUSAK PARAH: Salah satu rumah warga rusak parah akibat guncangan gempa di Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Selasa (30/9). (POLRES SUMENEP UNTUK JPRM)

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo meminta jajarannya untuk mempercepat proses pendataan korban gempa bumi 6,5 Magnitudo yang mengguncang wilayah Kota Keris. Menurutnya, pendataan korban saat ini menjadi prioritas utama agar bantuan segera disalurkan ke warga terdampak.

”Kami sudah memerintahkan camat serta forkopimca untuk mendata para warga terdampak,” tegasnya.

Bupati Fauzi menuturkan, tim Pemkab Sumenep juga sudah turun ke lapangan, khususnya di Kecamatan Talango untuk memastikan kondisi warga sekaligus mempercepat pendataan. ”Percepatan terkait bantuan kepada warga terdampak dan rehabilitasi rumah akibat gempa bumi akan dilakukan secepatnya,” ucapnya.

Bupati menambahkan, saat ini bantuan dari Kemensos telah tiba di lokasi terdampak. ”Untuk bantuan yang dari Kemensos terkoordinasi dengan kami. Alhamdulillah sudah datang bersama dengan tim kami yang turun ke lapangan, termasuk staf Kemensos langsung ke lokasi. Hari ini bantuan sudah sampai di Pulau Sapudi,” terangnya.

Dia menegaskan, pihaknya melakukan langkah cepat untuk memetakan dampak kerusakan di wilayah terdampak. ”Kami gerak cepat karena efek gempa tidak hanya terjadi di kepulauan, tetapi juga di daratan. Langsung kami asesmen, yang pertama kami data berapa jumlah rumah rusak ringan, sedang, dan berat. Itu yang terpenting dulu,” tandasnya. (tif/han)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#pendataan korban #ratusan rumah #dampak gempa #kota keris #gempa bumi #bpbd #kerusakan