SUMENEP, RadarMadura.id – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengingatkan pentingnya digitalisasi literasi. Sebab, dapat melindungi karya tulis atau buku, juga supaya mudah diakses lintas generasi.
Menurut Fauzi, karya tulis atau buku harus dilindungi keberadaannya. Sehingga, tidak raib ditelan zaman dan karya penulis tersebut tetap abadi. ”Makanya penting melakukan transformasi digital,” katanya.
Dijelaskan, Pemkab Sumenep bersama Perpustakaan Nasional sudah melakukan transformasi digital. ”Pemerintah, Perpustakaan Nasional sudah mengarah ke sana. Tapi, memang butuh proses dan waktu panjang. Sebab, ada ratusan ribu jenis buku karya orang-orang yang hebat,” katanya.
Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu menyampaikan, karya tulis semestinya memiliki wadah perlindungan yang jelas seperti seni musik yang bisa diakses kapan pun. Maka, buku juga harus dilindungi keberadaannya agar tetap bisa dimanfaatkan di masa mendatang.
”Harus ada wadahnya. Kalau dalam seni musik, lagu-lagu itu kan ada wadahnya dan aturannya jelas. Menurut saya, karya penulis dan buku itu juga harus demikian,” tegas Fauzi.
Fauzi menuturkan, jika digitalisasi literasi tidak disegerakan, maka banyak karya penulis yang berpotensi hilang. ”Di era digital seperti saat ini, sebuah karya harus disimpan di perangkat elektronik. Tujuannya, agar aman dan bisa diakses masyarakat luas,” imbuhnya. (iqb/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti