SUMENEP, RadarMadura.id – Kasus campak di Kabupaten Sumenep belum reda. Buktinya, terdapat puluhan pasien yang masih dirawat di rumah sakit rujukan.
Meski begitu, 30 puskesmas di Kota Keris tidak lagi menangani pasien campak.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep Achmad Syamsuri menyampaikan, puskesmas tidak lagi merawat pasien campak.
Tren ini menunjukkan jika hanya rumah sakit rujukan yang menangani pasien dengan gejala berat.
”Alhamdulillah, kasus kesembuhan menunjukkan trend yang positif,” ujarnya, Rabu (24/9).
Syamasuri mengutarakan, kondisi puskesmas yang tidak merawat pasien campak mengindikasikan penanganan di faskes tingkat pertama berhasil menekan penyebaran.
Namun, tingginya pasien di rumah sakit rujukan menunjukkan masih ada anak yang terlambat dideteksi.
”Imunisasi harus terus digenjot untuk mencegah lonjakan kasus baru,” tuturnya.
Meski begitu, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit rujukan cukup tinggi.
Tercatat ada 34 pasien yang tersebar di RSUD dr H. Moh Anwar, RSUD Abuya Kangean dan RSI Garam Kalianget.
Selain itu, capaian vaksinasi terus meningkat. Hingga hari ke-24, cakupan vaksinasi sudah mencapai 94,2 persen.
Dari target 73.696 anak, sebanyak 69.713 anak sudah divaksinasi. Capaian ini seiring dengan diperpanjangnya program imunisasi massal atau outbreak response immunization (ORI) yang dijadwalkan hingga 27 September mendatang.
”Program imunisasi massal ini memang diperpanjang agar target bisa tercapai,” ungkapnya. (tif/bil)