SUMENEP, RadarMadura.id – Program Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Sumenep akan dimulai sepekan lagi. Berbagai persiapan terus dilakukan. Namun, hingga kini penyiapan seragam siswa belum tuntas.
Kepala Sekolah Rakyat Sumenep Nurani Yanuar Subandi menyampaikan, sarana, fasilitas, hingga kebutuhan siswa telah disiapkan. Tetapi, yang belum selesai yakni penyiapan seragam siswa karena masih dalam proses.
”Saat ini masih proses pendataan ukuran seragam semua siswa, baik yang tingkat SMP maupun SD,” terangnya Selasa (23/9).
Menurutnya, siswa akan menerima delapan seragam. Mulai dari seragam sekolah hingga seragam asrama. ”Seragam siswa akan sama seperti sekolah pada umumnya, perbedaannya hanya di batik, itu langsung dari Kementerian Sosial,” ujarnya.
Dia menerangkan, hingga saat ini pihaknya terus berkomunikasi dengan Kementerian Sosial untuk memastikan seragam itu segera tersedia. Untuk perlengkapan dasar siswa lainnya sudah tersedia.
Kebutuhan kecil mulai dari sabun hingga perlengkapan mandi lainnya sudah datang. Sementara, persiapan sarana dan prasarana masih dalam tahap perencanaan.
Dina menerangkan, rangkaian kegiatan launching Sekolah Rakyat akan berlangsung mulai Minggu (28/9) yang dijadwalkan untuk pertemuan orang tua dan siswa di sekolah. Pada Senin (29/9) akan dilanjutkan dengan pemeriksaan pada siswa.
”Setelah itu, pada Selasa (30/9) siswa akan mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Kegiatan ini akan menjadi awal bagi siswa mengenal lingkungan belajar, guru, dan teman sebaya,” jelasnya.
Dia menambahkan, hingga saat ini jumlah siswa yang bisa dipastikan bergabung ke Sekolah Rakyat berjumlah 94 anak. Perinciannya, 50 anak tingkat SMP, dan sisanya tingkat SD.
Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin meminta eksekutif untuk memastikan kelengkapan sarana dan prasarana penunjang di Sekolah Rakyat. Sehingga, nantinya kegiatan belajar mengajar tidak terhambat.
”Sebelum di-launching harus dipastikan dulu kelengkapannya. Jangan sampai kegiatannya sudah berjalan tapi fasilitasnya belum lengkap, itu kan menghambat,” pintanya. (tif/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti