Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Korban Meninggal akibat Campak di Sumenep Bertambah

Hera Marylia Damayanti • Sabtu, 20 September 2025 | 15:51 WIB
Ilustrasi anak terinfeksi campak. (Radar Madiun)
Ilustrasi anak terinfeksi campak. (Radar Madiun)

SUMENEP, RadarMadura.id Korban meninggal akibat campak di Kabupaten Sumenep terus bertambah. Dalam sepekan terakhir, dua orang dilaporkan meninggal dunia. Sehingga, total korban meninggal akibat campak menjadi 22 orang di Sumenep.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep Achmad Syamsuri menuturkan, tambahan korban ini terungkap setelah tim melakukan penelusuran bersama pihak terkait. Satu dari dua korban meninggal Agustus.

Satu lainnya meninggal bulan ini. Proses penelusuran dilakukan secara menyeluruh. ”Penelusuran itu dilakukan ke rumah sakit rujukan di Kota Keris maupun di kabupaten tetangga seperti Pamekasan,” jelasnya.

Syamsuri menyatakan, penetapan kasus meninggal akibat campak dilakukan secara hati-hati. Hal itu untuk memastikan tidak terjadi kesalahan dalam pencatatan maupun penilaian medis.

”Sampai sekarang masih terus dilakukan, dan prosesnya memang tidak mudah,” ucapnya.

Meski begitu, selama dua pekan terakhir, jumlah pasien campak yang dirawat di sejumlah rumah sakit turun signifikan. Pada Senin (8/9) tercatat 100 pasien campak masih menjalani perawatan intensif. Tetapi, hingga Rabu (17/9), jumlah pasien yang dirawat tinggal 32 orang.

”Memang tren pasien campak yang sembuh relatif baik, terjadi penurunan,” ujarnya.

Pasien campak yang masih dirawat tersebar di beberapa rumah sakit. Perinciannya, di RSUD dr H Moh. Anwar 13 pasien, RSI Garam Kalianget 12 pasien, dan RSU Sumekar 6 pasien. Selain itu, satu pasien masih dirawat di Puskesmas Bluto, sementara sejumlah rumah sakit lain tercatat sudah tidak merawat pasien campak.

”Penurunan jumlah pasien yang dirawat ini menjadi kabar baik,” tuturnya.

Syamsuri menambahkan bahwa jumlah pasien anak yang dinyatakan sembuh dari campak terus meningkat. Hingga Rabu (17/9) tercatat 2.869 kasus suspek campak di Sumenep. Dengan 205 kasus positif dan 32 di antaranya masih menjalani perawatan.

Sementara itu, jumlah pasien yang sembuh telah mencapai 2.815 anak. ”Tren kesembuhan ini menunjukkan dampak positif dari upaya penanganan imunisasi massal atau outbreak response immunization (ORI) campak yang resmi diperpanjang,” imbuhnya. (tif/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#bertambah #kabupaten sumenep #meninggal #penelusuran #Campak