Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Murid SD di Pegantenan Muntah setelah Mengonsumsi Menu MBG, Pihak Sekolah Sebut Bukan Keracunan

Hera Marylia Damayanti • Jumat, 19 September 2025 | 12:40 WIB
TELUSURI: Anggota polisi, prajurit TNI, serta pihak terkait mendatangi dapur MBG yang terletak di Desa Pasanggar, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Rabu (17/9). (POLSEK PEGANTENAN UNTUK JPRM)
TELUSURI: Anggota polisi, prajurit TNI, serta pihak terkait mendatangi dapur MBG yang terletak di Desa Pasanggar, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Rabu (17/9). (POLSEK PEGANTENAN UNTUK JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Program makan bergizi gratis (MBG) kembali jadi sorotan. Setelah di Kecamatan Tlanakan, insiden pelajar diduga mengalami keracunan juga menimpa delapan murid SDN Pasanggar 1, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Selasa (16/9).

Informasi tersebut disampaikan salah satu wali murid. Ceritanya, anaknya sakit usai mengonsumsi menu MBG di sekolah. Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh Kepala SDN Pesanggar 1 Gazali. Menurut dia, terjadi misinformasi atas kabar yang disampaikan orang tua murid tersebut.

”Hanya empat anak yang muntah. Awalnya hanya ada satu murid, lalu tiga lainnya ikut muntah setelah melihat temannya muntah,” ujarnya.

Menurut dia, pihak sekolah langsung mendatangi murid tersebut untuk memastikan kondisinya benar-benar sehat. Keluhan yang dialami anak didiknya bukan keracunan, melainkan reaksi alergi. Dia minta wali murid lainnya tidak memviralkan informasi yang telah beredar.

”Kami sudah mengomunikasikan hal tersebut kepada pengelola dapur dan Koramil Pegantenan,” tuturnya.

Sekadar diketahui, menu MBG pada saat kejadian berupa nasi putih, telur mata sapi, tempe goreng, dan susu kotak kecil.

”Tidak ada indikasi keracunan massal sebagaimana dikhawatirkan publik. Saya minta wali murid untuk tetap tenang demi kebaikan bersama,” pinta Gazali.

Meski begitu, keterangan pihak sekolah justru berbeda dengan data yang dimiliki aparat kepolisian. Buktinya, Kapolsek Pegantenan Iptu Heri Siswanto mengungkapkan bahwa kasus tersebut tengah didalami institusinya. Berdasar hasil investigasi awal, ada delapan murid yang diduga mengalami keracunan seusai mengonsumsi menu MBG.

”Beberapa saksi sudah kami mintai keterangan. Termasuk murid, pihak sekolah, dan penyedia makanan. Tapi, proses pendalaman menemui kendala. Sebab, sampel menu MBG tak bisa diamankan. Seluruh hidangan yang disajikan sudah habis pada hari kejadian,” ungkap Heri.

Sementara itu, Romli selaku Kades Pasanggar menyebut bahwa situasi di bawah tidak sekeruh informasi yang beredar. Sebaliknya, dia menyebut bahwa persoalan tersebut telah selesai dan suasana sudah kondusif.

Kasus di Pegantenan menambah daftar panjang perihal pelaksanaan program MBG di Pamekasan. Sepekan sebelumnya, sejumlah siswa di Tlanakan juga mengalami gejala serupa usai menyantap menu MBG. Meski kondisi korban berangsur membaik, kasus beruntun itu memunculkan tanda tanya besar soal higienitas menu MBG. (afg/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Menu MBG #misinformasi #kades #Mbg #alergi #program mbg #bukan keracunan #Diduga #SDN Pasanggar 1