SUMENEP, RadarMadura.id - Dinas Permukiman Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep menyiapkan anggaran fantastis untuk pengadaan penerangan jalan umum tenaga surya (PJUTS).
Totalnya mencapai Rp 2,2 miliar yang bersumber dari APBD 2025. Ada enam paket program yang dicanangkan terealisasi tahun ini.
Enam paket itu meliputi pengadaan dan pemasangan tiang PJUTS Pulau Gili Labak yang dianggarkan Rp 198.135.000.
Anggaran pengawasan program sebesar Rp 7.132.860. Sementara, perencanaan pengadaan dan pemasangan tiang oktagonal PJU Rp 40.434.240.
Paket program berikutnya yaitu pengadaan dan pemasangan tiang PJUTS Kabupaten Sumenep Rp 1.839.825.000.
Khusus anggaran perencanaan dialokasikan sebesar Rp 99.350.550. Sedangkan pengawasannya dianggarkan Rp 66.233.700.
Kabid Prasarana dan Keselamatan Transportasi Disperkimhub Sumenep Imam Afif Rusidy menjelaskan, mayoritas program PJU tahun ini dipangkas.
Hanya tersisa pengadaan tiang PJUTS Pulau Gili Labak. Di Gili Labak mulai dikerjakan awal Agustus 2025, ujarnya.
Dia mengutarakan, progres pekerjaan PJU di Gili Labak mencapai 20 persen.
Sesuai target kontrak dengan pihak ketiga, kegiatan itu dijadwalkan selesai selama 60 hari kalender.
”Ada tujuh titik pemasangan PJU tenaga surya di Pulau Gili Labak. Lokasinya di area dermaga, tuturnya.
Iman menuturkan, mengenai program pengadaan dan pemasangan tiang PJU di tempat yang lain, hingga kini belum ada kejelasan.
Sebelumnya, program tersebut diajukan melalui APBD murni, tapi dipangkas.
Saat ini pihaknya mengusulkan lagi dan masih dibahas dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) 2025.
Imam belum bisa memastikan lokasi pemasangan tiang PJU yang sedang dibahas di PAK.
Pagu anggaran yang tersedia berpengaruh pada jumlah pengadaan serta lokasi pemasangan PJU.
Mungkin perencanaannya baru bisa dimulai akhir bulan ini. Kalau pekerjaan fisiknya direncanakan dimulai Oktober,” paparnya.
Terpisah, anggota Komisi III DPRD Sumenep Akhmadi Yasid meminta eksekutif intens mengawasi realisasi program pemasangan PJU tersebut. Khususnya, di Pulau Gili Labak yang sedang dikerjakan.
Mengenai usulan yang masih dalam proses pembahasan PAK, Yasid berharap program tersebut tepat sasaran.
Menurutnya, penetapan titik lokasi pemasangan harus berada di jalan yang sangat butuh penerangan.
Pastikan program itu terlaksana sesuai target perencanaan, pintanya. (tif/bil)
Editor : Amin Basiri