SUMENEP, Radar Madura.id- Setelah sempat jadi misteri, polisi akhirnya mengungkap penyebab pasti kematian Syifa yang ditemukan dalam lemari di salah satu kamar kos di Kecamatan Arjasa. Dari hasil otopsi yang dilakukan petugas, terdapat luka lebam diduga hasil penganiayaan.
Plt Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti Setyoningtyas menyampaikan, dari hasil otopsi, diketahui penyebab kematian bayi perempuan tersebut karena kekerasan benda tumpul di bagian kepala.
Sehingga, mengakibatkan pendarahan otak hingga menyebabkan kematian. Luka lebam itu hasil penganiayaan,” katanya kemarin (8/9).
Disoal terkait pelaku dugaan penganiayaan bayi berusia sebelas bulan itu, Widi belum bisa memastikan. Sebab, polisi hingga saat ini masih melakukan pencarian.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Sumenep AKP Agus Rusdianto menyatakan, proses pencarian terus dilakukan. Namun, sampai saat ini belum membuahkan hasil. Kita masih terus bergerak, katanya.
Dia enggan membeberkan perincian mengenai langkah-langkah pencarian yang dilakukan. Sebab, dikhawatirkan informasi itu bocor dan menyulitkan pencarian di lapangan.
Meski begitu, pihaknya menduga ibu korban sudah tidak ada di Pulau Kangean sejak kasus tersebut terungkap dan viral di media sosial. Kayak gitu, tidak ada di Kangean,” ucapnya.
Pencarian telah dilakukan di berbagai titik, baik secara manual maupun dengan bantuan teknologi. Proses pencarian sudah sepekan, namun belum membuahkan hasil. Dia tidak dapat memastikan kapan keberadaan ibu korban dapat diungkap.
”Kalau berbicara masalah target. Yang pasti kami akan tetap berupaya. Berbagai langkah sudah dilakukan, termasuk otopsi,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, warga Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, dihebohkan dengan penemuan bayi perempuan bernama Asyifa Lailatul Aulia dalam kondisi mengenaskan.
Balita itu ditemukan dalam lemari yang terkunci di lantai satu salah satu kamar kos pada Senin (1/9) malam.
Pihak kepolisian juga telah melakukan olah TKP. Hasilnya, ada beberapa barang bukti yang berhasil diamankan.
Antara lain, tas, baju bayi, selimut, sarung, dan plastik hitam. Sementara ibu bayi, ST Kholita Oktovia, belum terdeteksi keberadaannya hingga saat ini. (tif/han)
Editor : Amin Basiri