SUMENEP, RadarMadura.id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Sumenep menggelontorkan anggaran jumbo untuk pengadaan kain seragam siswa. Nilainya mencapai Rp 3 miliar.
Namun, program bantuan seragam tersebut hingga saat ini masih belum direalisasikan. Padahal, tahun ajaran baru 2025/2026 sudah dimulai sejak Juli lalu.
Kepala Bidang (SD) Pembinaan SD Dispendik Sumenep Ardiansyah Ali Sochibi memaparkan, sasaran program pengadaan seragam adalah siswa SD sederajat. Sampai saat ini bantuan seragam tersebut belum didistribusikan.
”Saat ini proses negosiasi harga untuk yang SD baru selesai. Sementara yang MI belum selesai karena masih pengumpulan data, verifikasinya belum selesai oleh Kemenag,” terangnya.
Bantuan seragam didistribusikan setelah kain selesai diproduksi. Dia memerinci, untuk siswa SD akan didistribusikan Desember mendatang. Sementara untuk MI kemungkinan akan diserahkan di awal 2026.
”Tapi kalau bisa selesai dalam waktu dekat, insyaallah Desember juga sudah didistribusikan (untuk siswa SD/MI),” jelasnya.
Total penerima seragam tahun ini lebih dari 17.000 siswa. Seragam yang diterima berupa baju dan celana. ”Ketersediaan anggarannya hanya untuk siswa kelas II,” sambung Ardiansyah.
Ketua Komisi IV DPRD Sumenep Mulyadi meminta verifikasi agar penerima program bantuan seragam dilakukan secara ketat. Yakni, harus memprioritaskan siswa yang benar-benar tidak mampu.
Mulyadi juga meminta dispendik transparan dalam pendataan dan pelaporan program itu.
”Anggaran ini cukup besar, ini diawasi dengan serius. Jangan sampai program baik ini justru menimbulkan celah ketimpangan baru,” pintanya. (tif/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti