SUMENEP, RadarMadura.id – Seleksi lomba mewarnai bertajuk fun colouring competition (FCC) di Kecamatan Manding berlangsung semarak kemarin (27/8).
Anak PAUD tingkat KB/playgroup, TK/RA tampak antusias mengikuti kegiatan lomba yang dikemas menarik tersebut. Sebab, sebelum acara lomba dimulai, panitia menyajikan pentas anak ceria.
Ketua Panitia FCC Herivia Yuvi mengatakan, pelaksanaan seleksi di kecamatan dikemas berbeda. Sebab, digelar bersamaan dengan momentum Perayaan HUT Ke-20 Himpaudi.
Sedangkan yang tampil di pentas adalah anak-anak dari lembaga PAUD Nurul Hikmah, Al-Bajigur, KB Kartini, Nurus Shobah, Yas'A II, Al-Jakfari, dan Darul Falah.
"Sebab, ada beberapa momen penting selama Agustus–September, FCC dikemas semenarik mungkin.
Nanti FFC akan digelar bersamaan dengan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara juga digelar di beberapa lembaga/sekolah yang ada di yayasan pondok pesantren,” katanya.
Via mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak.
Khususnya, Himpaudi Kecamatan Manding. Sebab, sejak awal tahun 2020 telah berkolaborasi dengan Jawa Pos Radar Madura (JPRM).
"Mudah-mudahan kerja sama ini terus terjalin dengan baik. Selamat HUT Ke-20 Himpaudi," ucapnya.
Di Kecamatan Manding, lanjut Via, kepanitiaan yang sudah menggelar seleksi adalah K3S SD untuk tingkat SD/MI pada 12 Agustus lalu dan Himpaudi yang berlangsung hari ini (kemarin, Red). "Untuk IGTKI, K3TK, dan IGRA masih menunggu jadwal lebih lanjut," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Himpaudi Kecamatan Manding Masturoh mengatakan, kolaborasi bersama JPRM sudah berlangsung cukup lama. Utamanya, lomba mewarnai dan coding.
"Kegiatan ini sangat positif untuk melatih kreativitas anak. Termasuk untuk melatih mental para peserta didik sejak usia dini," terangnya.
Plt Camat Manding Siswahyudi Bintoro, bersama Bunda PAUD Kecamatan Manding hadir dan membuka pelaksanaan lomba.
Dalam acara itu, dia mengingatkan akan pentingnya vaksin ORI Campak. "Bapak dan ibu, wali murid dan guru, jangan lupa meningkatkan asupan gizi anaknya.
Jangan lupa divaksin agar terhindar dari campak yang telah merenggut nyawa belasan anak di Sumenep," tandasnya. (iqb/yan)
Editor : Amin Basiri