SUMENEP, Radar Madura.id – Hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2024 Sumenep mendapatkan predikat pertama se-Jawa Timur.
Meski demikian, Pemkab Sumenep masih memiliki beberapa catatan. Utamanya, berkenaan dengan persoalan tata kelola yang nilainya masih rendah.
Plt Inspektur Inspektorat Sumenep Nurul Jamil mengatakan, hasil SPI diakui masih ada beberapa catatan di tiga sektor strategis.
Sebab, nilainya di bawah 75 . Misalnya pengelolaan anggaran dengan nilai 72,43, pengadaan barang dan jasa (PBJ) 71,55, serta pengelolaan SDM 71,27.
”SPI ini bukan sekadar peringkat, melainkan alat untuk memetakan risiko korupsi agar pemerintah daerah bisa melakukan pencegahan sejak dini,” katanya.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, ketiga sektor tersebut memang masih lemah.
Karena itu, perlu dilakukan pembenahan secepat mungkin. Titik lemah tiga sektor itu dipengaruhi kualitas perencanaan.
“Kalau perencanaannya itu bagus, cepat, tepat waktu, pasti tidak merah. Itu yang perlu kita evaluasi,” katanya.
Pria yang akrab disapa Fauzi itu menegaskan, berkenaan dengan PBJ nanti perlu dilakukan penekanan dengan percepatan proses lelang program pemerintah.
Sehingga, pelaksanaannya tidak lamban. Untuk sektor SDM bisa diatasi karena berkaitan dengan penempatan pegawai dan pembagian tugas.
“Kalau PBJ ini misalnya terkait kecepatan melakukan tender proyek lebih awal. Kalau lambat,” imbuhnya. (iqb/yan)
Editor : Amin Basiri