SUMENEP, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep di bawah kepemimpinan Achmad Fauzi Wongsojudo menoreh banyak prestasi.
Buktinya, selama setengah tahun ini, sudah banyak penghargaan yang diterima Kota Keris. Baik itu yang diberikan kepada Pemkab Sumenep atau langsung kepada bupati.
Tercatat sejak Januari sampai Juli 2025 sudah ada lima penghargaan yang diterima Pemkab Sumenep.
Di antaranya, mendapatkan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) delapan kali berturut-turut terhadap laporan hasil pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintahan Daerah (LKDP) TA 2024 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Kemudian, Anugerah Tokoh Inspirasi dari Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia atas keiprahnya dalam pelestarian budaya keris dengan meresmikan Monumen Keris di Kabupaten Sumenep.
Lalu penghargaan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) atas keberhasilannya menyelesaikan proses pengangkatan calon aparatur sipil negara (CASN) tahun 2024.
Juga, penghargaan kepada bupati atas komitmennya dalam pembiayaan maupun pengembangan badan usaha milik daerah (BMUD) air minum untuk pelayanan kepada masyarakat, yang diberikan oleh Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi).
Yang tetakhir, penghargaan layanan penetapan NIP terbaik kategori instansi daerah di wilayah kerja Kantor Regional (Kanreg) II Surabaya dari BKN.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, penghargaan yang diterima Sumenep memang sudah banyak.
Semua yang diperoleh merupakan sebuah anugerah yang harus disyukuri. Ke depan, dia akan berupaya mempertahankan agar Sumenep menjadi kabupaten yang kaya akan prestasi.
”Alhamdulillah, penghargaan yang diterima Kabupaten Sumenep memang lumayan banyak sejak Januari sampai sekarang,” kata suami Nia Kurnia Fauzi itu.
Bupati yang akrab disapa Fauzi itu menegaskan, penghargaan yang diraih tersebut bentuk nyata bahwa Pemkab Sumenep terus berbenah dan melakukan inovasi.
Sehingga, semua program yang digagas pemerintah bermanfaat bagi masyarakat, dan mendapatkan penghargaan dari berbagai kalangan.
”Sebenarnya penghargaan ini bukan tujuan utama pemerintah. Tapi, kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Sumenep yang paling penting,” tegasnya.
Ketua DPC PDI Perjuangan itu menuturkan, penghargaan yang diterima Pemkab Sumenep selama ini tentu tidak terlepas dari dorongan dan peran serta banyak pihak.
Baik itu sektor swasta, organisasi perangkat daerah (OPD), dan lain sebagainya. Karena itu, ke depan, sinergisitas lintas sektor tersebut harus terus dirawat dan dipertahankan.
”Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu dan menyukseskan program pemerintah.
Utamanya, semua program yang bertujuan untuk kemakmuran maayarakat. Sinergisitas yang telah terjalin dengan baik ini harus terus kita rawat,” ujar Fauzi.
Fauzi menambahkan, untuk membangun Sumenep yang lebih baik, tentunya tidak cukup jika hanya mengandalkan peran pemerintah.
Justru membutuhkan peran serta banyak pihak. Baik itu kalangan pengusaha, akademisi, masyarakat, dan lain sebagainya.
”Saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun Sumenep. Sehingga, ke depan dapat berdaya saing dan masyarakatnya kian makmur,” tandasnya. (iqb/yan)
Editor : Amin Basiri