Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kewalahan Mengelola Sampah, DLH Sumenep Sebut Kemampuan RDF 10 Ton Per Hari

Amin Basiri • Kamis, 10 Juli 2025 | 16:44 WIB

ilustrasi mesin pengelola sampah RDF
ilustrasi mesin pengelola sampah RDF

SUMENEP, RadarMadura.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep mengaku kewalahan mengelola sampah yang dari hari ke hari volumenya makin bertambah.

Sebab, dari 36 ton sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA), yang bisa diolah hanya tiga sampai empat ton.

Satunya-satunya mesin refuse derived fuel (RDF) yang dimiliki DLH sumenep tidak mampu memproses sampah yang masuk.

Sebab, kemampuan mesin mengolah hanya 10 ton per hari. Dengan demikian, terdapat puluhan ton sampah yang tidak bisa diolah. ”Kami olah semampunya,” kata Kabid Persampahan DLH Sumenep Deddy Surya.

Dijelaskan, produsen sampah terbanyak berasal dari rumah tangga, pasar, dan pusat perdagangan.

Menurutnya, yang menjadi persoalan saat ini bukan hanya volume, tetapi juga karakteristik sampah yang belum terpilah.

Sebab, semua tercampur menjadi satu. Mulai dari organik, plastik, logam, hingga limbah medis rumahan. ”Proses pengolahannya jauh lebih sulit,” ucapnya.

Deddy mengakui, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mengoptimalkan pengolahan sampah. Misalnya dengan menambah armada, memperluas titik drop box, hingga membentuk belasan bank sampah di tingkat RT dan RW.

Namun, hal tersebut belum membuahkan hasil optimal karena kesadaran warga membuang sampah pada tempatnya masih rendah. ”Penanganan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi semua pihak,” ucapnya.

Karena itu, dia mengingatkan bahwa perilaku membuang sampah sembarangan kelak akan menjadi bom waktu.

”Perilaku membuang sampah sembarangan itu akan memengaruhi kualitas hidup generasi penerus di masa mendatang. Sebab, lingkungan yang sudah tercemar dan rusak,” tandasnya. (tif/yan)

Editor : Amin Basiri
#sumenep #dlh #Mesin RDF