SUMENEP, RadarMadura.id – Keberadaan Pelabuhan Wisata Kalianget hingga saat ini belum memberikan dampak signifikan.
Sebab, sangat sedikit perahu dan kapal yang bersandar. Padahal, proyek pembangunan pelabuhan menghabiskan Rp 3.875.624.845.
Anggaran miliaran tersebut dikucurkan dalam tiga tahap. Yakni, mulai tahun 2021, 2022, dan 2024. Anggarannya bersumber dari Bantuan Keuangan (BK) Provinsi APBD Sumenep (lihat grafis).
Hafidz, warga Kecamatan Talango, mengatakan, hampir setiap hari menyeberangi perairan Talango–Kalianget.
Namun, di pelabuhan sisi Kalianget nyaris tidak ada aktivitas sama sekali. Padahal, pelabuhan tersebut sudah lama dibangun.
”Kayaknya belum dioperasikan. Saya lihat tidak ada aktivitas bongkar muat penumpang di pelabuhan,” katanya.
Padahal, kata dia, jika dioperasikan dengan maksimal dapat mengurai kemacetan di pelabuhan. Termasuk juga dapat menumbuhkan perekonomian para pelaku usaha di sekitar pelabuhan.
”Kalau pelabuhan beroperasi kan bisa ramai. Pemilik warung bisa kecipratan rezeki,” tegas pria 33 tahun itu.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep Yayak Nurwahyudi tidak mengelak jika keberadaan pelabuhan tersebut belum dioperasikan secara maksimal.
”Sebab, saat ini masih dalam proses koordinasi. Utamanya dengan para pemilik perahu,” katanya.
Menurut dia, nantinya pelabuhan tersebut akan melayani wisatawan yang akan ke berkunjug ke Asta Sayyid Yusuf dan sekitarnya.
”Sedang dalam proses penataan dan diarahkan melalui terminal sebelum ke dermaga wisata,” imbuh Kadis yang akrab disapa Yayak itu. (iqb/yan)
Editor : Amin Basiri