SUMENEP, RadarMadura.id – Operasi tangkap tangan (OTT) kasus pemerasan yang melibatkan oknum pegawai di Inspektorat Sumenep ditengarai melibatkan orang lain. Hal itu dikemukakan anggota Komisi I DPRD Sumenep Hairul Anwar.
Hairul Anwar meyakini, dalam kasus pemerasan tersebut, Jufri tidak mungkin beraksi sendirian. ”Minimal rekannya yang tahu, atau bahkan atasannya.
Maka dari itu, dalam waktu dekat, kami akan mengundang mereka (inspektorat),” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).
Sekadar diketahui, oknum aparatur sipil negara (ASN) bernama Jufri yang menjabat Inspektur Pembantu V di Inspektorat Sumenep disergap polisi, Minggu (25/5).
Dia tertangkap tangan memeras Kades Batang-Batang Daya, Kecamatan Batang-Batang, Siti Naisa.
Jufri ditangkap polisi di kediamannya di Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep. Saat itu, polisi juga mengamankan rekan Jufri, yakni Ketua LSM Sidik.
Sementara itu, Plt Inspektur Inspektorat Sumenep Nurul Jamil menepis dugaan keterlibatan oknum lain di instansinya dalam kasus pemerasan tersebut. Dia memastikan Jufri beraksi sendirian dan bekerja di luar sistem.
”Itu inisiatifnya (Jufri) sendiri. Dalam kasus tersebut, tidak ada kaitannya dengan orang kantor. Itu murni perilaku personal,” tegasnya.
Terkait dugaan pembocoran data hasil audit yang dimanfaatkan oleh Jufri, dia tidak menyangkal hal tersebut.
”Tetapi, saya tegaskan kembali, yang dilakukan oleh Jufri tidak ada kaitannya dengan inspektorat,” ingatnya.
Dijelaskan, institusinya telah melakukan evaluasi. Tujuannya, agar kasus tersebut tidak terjadi lagi di masa mendatang.
”Harus dijadikan pelajaran. Kami telah mengingatkan semua pegawai bekerja secara profesional,” ucapnya. (tif/yan)
Editor : Amin Basiri