Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Loncat ke Laut, Penumpang KM Sabuk Nusantara 91 Hilang di Perairan Raas

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 17 Juni 2025 | 12:40 WIB
Grafis HARY KURNIAWAN/JPRM
Grafis HARY KURNIAWAN/JPRM

SUMENEP, RadarMadura.id – Penumpang Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 91 yang berlayar dari Pelabuhan Kalianget menuju Pelabuhan Batu Guluk, Minggu (15/6), geger. Pasalnya, salah seorang penumpang loncat dari kapal. Penumpang bernama Rahmat tersebut belum ditemukan hingga Senin (16/6).

Warga Desa Batuputih, Kecamatan Kangayan, itu naik KM Sabuk Nusantara 91 dari Pelabuhan Kalianget sekitar pukul 08.00. Kapal itu angkat jangkar menuju Pelabuhan Batu Guluk, Pulau Kangean. Awalnya pelayaran kapal berjalan seperti biasa. Namun, tragedi terjadi saat kapal melintasi perairan Raas.

Sekitar pukul 14.30 Rahmat tiba-tiba loncat dari atas kapal. Peristiwa itu terjadi saat kapal melintas di selatan Pulau Raas pada titik koordinat posisi 07’12,641”S- 114’31,001”E. Jarak kapal sekitar 3 mil dari garis pantai Pulau Raas atau sisi timur Pulau Sapudi.

Kapten kapal yang mendengar informasi itu segera melakukan manuver. Kapal balik arah untuk melakukan pencarian. Namun, upaya itu belum membuahkan hasil. Akibatnya, KM Sabuk Nusantara 91 terlambat bersandar di Pelabuhan Batu Guluk. Kapal itu mestinya bersandar sekitar pukul 20.00, namun baru merapat pada pukul 23.30.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget Azwar Anas mengatakan, Rahmat tercatat sebagai penumpang KM Sabuk Nusantara 91. Dia mendapatkan informasi bahwa penumpang KM Sabuk Nusantara 91 itu loncat ke laut sekitar pukul 14.30. ”Itu yang loncat di sekitar perairan Raas,” ucapnya.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Raas Wahid Hasyim Asyari mengatakan, lokasi kejadian memang masuk wilayah kerjanya. Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk melakukan pencarian. Termasuk dengan nelayan sekitar.

”Itu lewat selatan Raas. Titik koordinatnya mendekati Raas. Kami sudah menyisir di sekitar pantai Pulau Raas, tapi belum ditemukan,” jelasnya.

Menurut dia, untuk melakukan pencarian ke wilayah itu cukup sulit. Sebab, kondisi air laut kurang bersahabat. ”Kalau mau melakukan pencarian ke tengah itu terkendala gelombang. Karena di titik koordinat itu pertemuan arus antara Sapudi dan Raas,” ujar Wahid.

Koordinator Basarnas Sumenep Imam Nahrawi mengatakan, pihaknya sudah melakukan pencarian dengan melibatkan banyak pihak. Mulai dari satpolairud, KSOP, dan nelayan. Dia mengakui gelombang laut yang cukup tinggi menjadi kendala. ”Tapi, kami terus koordinasi dengan wilayah terdekat untuk ikut lakukan pencarian,” ucapnya.

Proses pencarian akan terus dilakukan dengan memperluas area pencarian. Tim masih mempelajari arah arus untuk menyesuaikan arah pencairan.

Camat Kangayan Nurullah menambahkan, Rahmat naik kapal bersama beberapa kerabatnya. Saat itu istrinya tidak ikut bersamanya. ”Itu di atas kapal banyak keluarganya juga,” katanya.

Baca Juga: Mau Bakso Tapi tak Punya Daging? Coba Bakso Tempe yang Praktis dan Tahan Lama Cocok untuk Camilan dan Lauk Harian

Kabar yang diterima Nurullah menyebutkan, korban diduga frustasi. Sebab, bisnis yang dijalankan itu tidak sesuai harapan.

”Itu informasinya membeli warung kelontong di Jakarta melalui temannya. Dia sudah mentransfer uang ke temannya itu sekitar Rp 100 juta. Tapi saat didatangi ke Jakarta, tokonya tidak ada dan nomor temannya tidak aktif,” ungkap Nurullah.

Nurullah menambahkan, saat berangkat dari Pelabuhan Kalianget, Rahmat tidur di dek kapal bersama penumpang yang lain. Saat kapal sampai di perairan Raas, dia terbangun. Setelah bertanya posisi kapal, dia langsung meloncat ke laut.

”Kabarnya sempat ada yang menarik dia agar tidak loncat. Tapi karena tidak kuat, akhirnya lepas,” imbuhnya. (iqb/luq)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#perairan Raas #penumpang kapal #pencarian #Loncat ke Laut #belum ditemukan #frustasi #KM Sabuk Nusantara 91