Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Kota Keris Tergenang

Ina Herdiyana • Kamis, 15 Mei 2025 | 16:48 WIB
TERDAMPAK: Berbagai jenis kendaraan terjebak banjir di Jalan Raya Sumenep–Pamekasan, Desa Patean, Kecamatan Batuan, Rabu (14/5). (ERWIN MAULIDIN MM/JPRM)
TERDAMPAK: Berbagai jenis kendaraan terjebak banjir di Jalan Raya Sumenep–Pamekasan, Desa Patean, Kecamatan Batuan, Rabu (14/5). (ERWIN MAULIDIN MM/JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Puluhan rumah dan lahan pertanian masih terendam banjir Rabu (14/5). Selain itu, Jalan Raya Sumenep–Pamekasan juga lumpuh akibat tergenang air. Akibatnya, arus lalu lintas dialihkan ke Jalan Raya Lenteng.

Yono, warga Desa Patean, menyampaikan, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, baru tahun ini banjir sangat tinggi.

Rumah dan lahan pertanian warga terendam. Sekitar 60 hektare lahan terdampak. Akibatnya, banyak bibit padi yang siap tanam hilang terbawa arus.

”Ada yang sudah ditanami padi, ada yang masih ditanami bibit. Masyarakat mulai tadi pagi masih mencari makan di warung sekitar karena tidak bisa memasak,” tuturnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Achmad Laili Maulidy mengungkapkan, kedalaman air di Desa Babbalan mencapai dada orang dewasa. Sedangkan di Desa Patean setinggi lutut orang dewasa.

Berdasar laporan camat Batuan, di Desa Babbalan terdapat empat keluarga terdampak. ”Kalau untuk Desa Patean terdapat 38 rumah. Yakni, di RT 4 dan RT 5,” jelasnya.

Dia menyatakan, debit air mulai turun. Dia memprediksi, jika tidak diguyur hujan lagi, besok sudah surut. Namun, di Desa Patean tidak akan sampai kering karena dampak dari jebolnya Sungai Kalianjuk.

Menurut dia, kalau berkaca pada tahun sebelumnya, akibat dari jebolnya tanggul itu, butuh empat sampai lima hari untuk surut.

”Bergantung penanganan tanggul karena tanggul itu ranahnya PU SDA provinsi. Jebolnya kurang lebih selebar 25 meter,” tandasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep Chainur Rasyid menyampaikan, terdapat ratusan hektare lahan pertanian yang tersebar di tiga kecamatan yang terdampak banjir.

Yakni, di Kecamatan Batuan, Lenteng, dan Saronggi. Perinciannya, di Kecamatan Batuan meliputi Desa Petean 19 hektare, Gunggung 22 hektare, Torbang 10 hektare, dan Desa Galugur 4 hektare.

Baca Juga: Parkir APHT Guluk-Guluk, Sumenep Bakal Dibangun Tahun Ini

Sementara untuk Kecamatan Lenteng meliputi Desa Sendir 51 hektare. Untuk Kecamatan Saronggi  di Desa Juluk 6 hektare, Saronggi 3,9 hektare, Nambakor 72 hektare, dan Muangan 61 hektare.

Chainur Rasyid berharap, genangan air di lahan pertanian masyarakat itu segera surut. Dengan begitu, aktivitas pertanian, terutama tanaman warga, tidak terganggu.

”Semoga cepat surut karena ini berkaitan dengan lahan pertanian dan kesejahteraan para petani,” harapnya. (tif/luq)

Editor : Ina Herdiyana
#lahan #sumenep #Ratusan Hektare #tergenang #Pertanian #kota keris