SUMENEP, RadarMadura.id – Sebanyak 38 warga Kabupaten Sumenep harus mendapat perawatan intensif.
Sebab, warga yang tersebar di wilayah kepulauan dan daratan tersebut terdiagnosis penyakit Mycobacterium Leprae atau kusta.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep Achmad Syamsuri menuturkan, penderita kusta tersebar di 29 puskesmas di wilayah daratan dan kepulauan. Menurut dia, hanya Puskesmas Batuan yang tidak ada pasien penderita kusta.
”Dari data kami hingga April 2025, hanya Puskesmas Batuan yang zero,” ujarnya kemarin (2/5).
Syamsuri mengungkapkan, mayoritas penderita kusta sedang menjalani rawat jalan secara intensif.
Setiap bulan mereka harus datang ke puskesmas terdekat untuk melakukan pemeriksaan secara berkala dan menerima obat rutin.
”Tidak ada pasien yang dirawat intensif di rumah sakit. Semuanya hanya rawat jalan. Namun, kami tetap pantau terus, kami periksa dan kami beri obat secara rutin,” tuturnya.
Menurut dia, pemeriksaan secara berkala dilakukan untuk mengetahui perkembangan pengobatan setiap pasien.
Pihaknya mencatat seberapa aktif pasien dalam melakukan pemeriksaan rutin. Termasuk kedisiplinan mengonsumsi obat juga diperhatikan.
Syamsuri menyatakan, penderita penyakit kusta berpotensi terus bertambah. Pihaknya mencatat, sepanjang 2024 terdapat 245 penderita. Perinciannya, 229 pasien dewasa dan 16 anak-anak.
”Setiap tahun penderita kusta didominasi orang dewasa. Tetapi, penyakit ini juga bisa menyerang anak-anak,” terangnya.
Dia memaparkan, penyakit kusta disebabkan adanya infeksi kronis dari bakteri Mycobacterium leprae yang menyerang kulit, saraf tepi, dan saluran pernapasan. P
enyakit ini bisa menular melalui percikan ludah, terutama saat penderita batuk atau bersin.
”Tapi, meskipun penyakit ini bisa menular, kusta dapat disembuhkan dengan melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis di fasilitas kesehatan seperti puskesmas,” tandasnya. (tif/bil)
Editor : Achmad Andrian F