SUMENEP, RadarMadura.id – Razia kendaraan bermotor (ranmor) juga digelar di Sumenep.
Operasi ini tidak hanya dilakukan polisi lalu lintas (polantas).
Tim gabungan yang turun jalan berasal dari satuan lalu lintas (satlantas), badan pendapatan daerah (bapenda), dan Jasa Raharja.
Razia ranmor tidak terpusat di jalanan Kecamatan Kota. Petugas gabungan menggelar operasi di beberapa kecamatan.
Seperti Kecamatan Pragaan, Lenteng, dan Batuan. Banyak kendaraan yang tidak taat pajak terjaring razia
Kasatlantas Polres Sumenep AKP Ninit Titis Dewiyani menerangkan, satlantas bersama bapenda, dan Jasa Raharja menggelar operasi gabungan penertiban pajak kendaraan bermotor.
Kegiatan itu merupakan bagian dari agenda rutin sebagai upaya meningkatkan kepatuhan masyarakat.
”Kegiatan ini adalah agenda rutin sebagai upaya meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban membayar pajak kendaraan,” terangnya Selasa (29/4).
Polwan berhijab itu menjelaskan, operasi yang digelar ini menyasar kendaraan roda dua dan roda empat yang belum memenuhi kewajiban pembayaran pajak.
Dalam kegiatan itu, petugas gabungan melakukan pemeriksaan kelengkapan administrasi kendaraan serta bukti pembayaran pajak.
”Operasi ini bertujuan mendorong peningkatan pendapatan daerah, sekaligus untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pajak kendaraan,” ucapnya.
Dia mengungkapkan, dalam operasi gabungan ini, petugas telah memberikan teguran pada 11 pengendara bermotor karena berbagai pelanggaran.
Mulai dari tidak memakai helm hingga menunggak bayar pajak.
”Kami juga telah mengamankan dua sepeda motor dan satu mobil yang tidak dapat menunjukkan dokumen sah kendaraan,” ungkapnya.
Karena itu, dia mengimbau agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya etika dalam berlalu lintas demi keselamatan diri dan orang lain.
Operasi serupa juga akan terus dilakukan secara rutin untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di semua wilayah.
”Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab kita semua, bukan hanya petugas, melainkan juga seluruh pengguna jalan,” tegasnya.
Lukman Hakim, warga Kecamatan Lenteng, menyambut baik operasi yang digelar polisi.
Namun, dia meminta langkah petugas tidak setengah-setengah dalam menertibkan kendaraan. Selain itu selain penindakan, langkah pencegahan harus dimasifkan.
Sebab, tidak sedikit pengendara motor melakukan pelanggaran karena tidak tahu aturan lalu lintas.
”Tidak sedikit yang hanya bisa menyalakan mesin dan menjalankan motor tapi tidak paham tata krama di jalanan. Aspek edukasi juga harus digencarkan,” katanya.
Selain itu, penggunaan suku cadang yang tidak tepat juga harus menjadi perhatian.
Lukman mengungkapkan, yang marak akhir-akhir ini penggunaan lampu yang bikin silau pengendara lain.
Banyak kendaraan jalan tanpa lampu utama. Banyak pula kendaraan yang memasang lampu secara berlebihan dan bikin silau.
”Ini bisa jadi penyebab kecelakaan,” kata pria 38 tahun itu. (tif/luq)
Editor : Fatmasari Margaretta