SUMENEP, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep tidak hanya menyediakan mudik gratis, tapi juga balik gratis untuk santri yang berasal dari kepulauan.
Program Balik Pondok Berjamaah Gratis (BPBG) tersebut berlaku sejak Selasa hingga Senin (8–14/4).
Hingga Kamis (10/4) tercatat ada 1.900 santri yang menikmati layanan balik gratis yang digagas Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo itu.
Di antara yang mendapat pelayanan tersebut yakni santri yang tergabung dalam Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) Sumenep yang mondok di Sukorejo, Situbondo.
Bupati Fauzi mengatakan, program BPBG merupakan upaya pemerintah daerah untuk menjamin akses pendidikan bagi santri.
Utamanya mereka yang berada di kepulauan karena transportasi terbatas.
Menurutnya, santri merupakan aset penting bangsa yang harus diberi ruang untuk belajar dengan tenang tanpa terbebani masalah logistik.
”Kami ingin memastikan seluruh santri bisa kembali ke pondok dengan selamat dan nyaman, tanpa khawatir soal biaya perjalanan atau akses transportasi,” katanya.
Suami Nia Kurnia itu memastikan semua santri mendapatkan pelayanan yang baik dalam program tersebut.
Mulai pemberangkatan hingga tiba di pesantren tujuan. Termasuk dari sisi pengelolaan logistik hingga keamanan selama perjalanan.
”Kami memastikan seluruh tahapan berjalan lancar demi keselamatan dan kenyamanan para santri saat balik ke pondok pesantren,” katanya.
”Ini merupakan program rutin yang dijalankan Pemkab Sumenep,” tegas ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu. (iqb/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia