Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Mesin Daur Ulang Sampah Tak Beroperasi Maksimal, DLH Sumenep Sebut Hanya Bisa Mengolah 5 Ton Per Hari

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 18 Maret 2025 | 17:58 WIB
Ilustrasi mesin daur ulang sampah. (Freepik.com)
Ilustrasi mesin daur ulang sampah. (Freepik.com)

SUMENEP, RadarMadura.id – Mesin pengolah sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Desa Torbang, Kecamatan Batuan, tidak berdampak signifikan.

Pasalnya, alat yang menghabiskan anggaran Rp 2,8 miliar itu hanya bisa mengolah sampah sekitar 5 sampai 10 ton setiap hari.

Kepala DLH Sumenep Arif Firmanto menyampaikan, setiap hari TPA Torbang menerima kiriman sekitar 38 ton sampah.

Sehingga, alat yang ada itu tidak mampu mengolah semua sampah. Tapi, setiap hari semua fasilitas tetap beroperasi.

”Mesin ini memang bisa mengolah sampai 20 ton sampah dalam setiap harinya. Tetapi, untuk saat ini masih mengolah 5 sampai 10 ton sampah,” ujarnya kemarin (17/3).

Arif menjelaskan, dengan mesin tersebut, sampah yang masuk ke TPA otomatis dipilah antara organik dan anorganik.

Hasil pengolahan sampah sudah ada pembelinya. Yakni, PT Solusi Bangun Indonesia (SBI), konsorsium semen di Indonesia.

”Hasil pengolahan sampah ini ada yang beli dan langsung dikirim ke Tuban. Keuntungan dari penjualan itu nantinya akan masuk sebagai pendapatan asli daerah (PAD),” tuturnya.

Terpisah, anggota Komisi III DPRD Sumenep Akhmadi Yasid mengutarakan, sampah yang masuk ke TPA terus menumpuk.

Sampah tersebut harus dikelola dengan baik. Hasil pengolahan sampah bisa bernilai ekonomi terhadap peningkatan PAD serta bermanfaat bagi masyarakat.

”Pengelolaan sampah dengan mesin daur ulang ini harus bisa mengatasi persoalan sampah serta meningkatkan PAD Sumenep di masa mendatang,” tegasnya.

Baca Juga: DPRD Sumenep Akan Bahas LKPj Bupati dan Raperda

Yasid meminta, mesin pengolah sampah dioperasikan dengan baik. Sehingga, dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Menurutnya, dengan teknologi, sampah tidak menjadi masalah, tetapi bisa menjadi peluang ekonomi.

”Selain bisa mengurangi limbah, mesin ini dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi seperti pupuk kompos. Karena itu, PAD di dinas terkait harus meningkat ke depan,” tandasnya. (tif/bil)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#mesin daur ulang #mesin pengolah sampah #limbah #Menumpuk #tpa #DLH Sumenep