Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Napi Sumenep Bakal Dikirim ke Nusakambangan, Dukung Program Ketahanan Pangan

Fatmasari Margaretta • Minggu, 16 Maret 2025 | 14:40 WIB
DIKAWAL KETAT: Sejumlah petugas Rutan Kelas II-B Sumenep memasukkan para narapidana ke mobil tahanan untuk dikirim ke Lapas Arjasa, Kangean, Senin (10/3). (RUTAN KERLAS II-B SUMENEP)
DIKAWAL KETAT: Sejumlah petugas Rutan Kelas II-B Sumenep memasukkan para narapidana ke mobil tahanan untuk dikirim ke Lapas Arjasa, Kangean, Senin (10/3). (RUTAN KERLAS II-B SUMENEP)

SUMENEP, RadarMadura.id – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II-B Sumenep akan mengirim narapidana ke Lapas Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Saat ini warga binaan sedang diseleksi.

Mereka akan dikirim ke Pulau Nusakambangan untuk mendukung program ketahanan pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Warga binaan yang dikirim harus mengerti bercocok tanam. Utamanya yang pernah mendapatkan pelatihan bertani dari Rutan Kelas II-B Sumenep.

Hal ini disampaikan Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas II-B Sumenep Teguh Doni Efendy.

Dia mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengirim warga binaan ke lapas Nusakambangan.

Itu dilakukan untuk menjalankan program Kemenkum HAM.

Yakni, mendukung program ketahanan pangan yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.

”Warga binaan kami akan dibawa ke Nusakambangan. Di sana akan ada program ketahanan pangan,” katanya.

Teguh menyampaikan, tidak semua narapidana dikirim ke Nusakambangan.

Pihaknya melakukan seleksi untuk mencari warga binaan yang mengerti bercocok tanam.

”Itu bagi narapidana yang mempunyai skill ketahanan pangan. Misal bisa bercocok tanam padi, jagung, dan pertanian akan diusulkan ke Nusakambangan,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, warga binaan yang dipilih dan berminat akan diperhatikan.

Di antaranya, diberikan fasilitas yang baik dan juga premi.

”Sejauh ini yang berpotensi ada 10 narapidana. Ini masih penyaringan, karena rata-rata anak-anak tidak mau,” ungkap Teguh.

Teguh menambahkan, program tersebut akan dapat mengurangi jumlah warga binaan. Sebab, selama ini kondisinya selalui overkapasitas.

”Kapasitasnya kan hanya untuk 130 warga binaan. Namun, kenyataannya dihuni sampai 300 orang lebih,” tukasnya. (iqb/bil)

Editor : Fatmasari Margaretta
#seleksi #nusakambangan #Pelayanan #bercocok tanam #premi #ketahanan pangan #rutan #fasilitas