KOTA, RadarMadura.id – Gelaran festival bazar takji Ramadan disambut baik oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ada di Kota Keris. Pasalnya, mereka berpeluang bisa menambah penghasilan selama bulan puasa.
Supiyani, salah seorang pedagang yang berjualan di area festival bazar takjil Ramadan menuturkan, dirinya memang baru kali pertama berjualan di festival bazar takjil Ramadan.
Sebelumnya, dia hanya berjualan nasi di area Makam Pahlawan, Kelurahan Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep.
Menurut dia, makanan yang dijual di lapaknya adalah tajin orak dan rojak tajin. Tajin orak merupakan bubur yang diberi kuah santan yang dicampur urat sapi, telur, dan beraneka topping.
Sedangkan rojak tajin merupakan bubur yang dibumbui kacang. ”Tajin orak dijual Rp 10.000. Kalau rojak tajin dibanderol Rp 8.000,” tuturnya.
Perempuan asal Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep, itu menyampaikan, setiap hari memproduksi bubur satu panci penuh dan selalu habis terjual.
Penghasilan yang diperoleh setiap hari bisa sampai Rp 1 juta. ”Semoga pengunjung semakin ramai. Sehingga, dagangan laku,” harapnya.
Supiyani mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Sumenep dan Jawa Pos Radar Madura (JPRM) yang telah menyelenggarakan festival bazar takjil Ramadan.
”Kami berharap, event ini bisa kembali digelar tahun depan, dan menjadi event tahunan pemkab dan JPRM,” tandasnya. (tif/yan)
Editor : Achmad Andrian F