SUMENEP, RadarMadura.id – Proses pemaparan bisnis dan izin pengoperasian aglomerasi pabrik hasil tembakau (APHT) di Kecamatan Guluk-Guluk telah selesai.
Namun, gedung yang diproyeksikan untuk pengembangan hasil tembakau itu minim perawatan.
Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), halaman belakang gedung yang dibangun dengan anggaran miliaran tersebut terlihat kumuh, banyak dipenuhi tumbuhan liar.
Sehingga, keseriusan pengelola untuk pengoperasian APHT patut dipertanyakan.
Kepala Diskop UKM Perindag Sumenep Moh. Ramli mengatakan, untuk masalah teknis sudah dipasrahkan ke pengelola, yakni PD Sumekar.
”Kalau kami hanya diberi tugas untuk memfasilitasi saja,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur PD Sumekar Hendri Kurniawan menyampaikan, saat ini kondisinya memang tidak terawat.
Karena itu, institusinya akan merekrut tenaga kebersihan.
”Kami akan berkomunikasi dengan warga sekitar apakah berminat menjadi tenaga kebersihan,” terangnya. (tif/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti