Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kondisi Gedung Dinkes P2KB Sumenep Memprihatinkan, Bangunan Retak dan Mengelupas

Ina Herdiyana • Senin, 10 Februari 2025 | 12:50 WIB

 

RUSAK: Kondisi gedung Dinas Kesehatan P2KB Sumenep di Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, pada Kamis (6/2) memprihatinkan. (MOH. IQBAL/JPRM)
RUSAK: Kondisi gedung Dinas Kesehatan P2KB Sumenep di Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, pada Kamis (6/2) memprihatinkan. (MOH. IQBAL/JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Keberadaan gedung Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan keluarga berencana (Dinkes P2KB) Sumenep yang berlokasi di Desa Kolor Kecamatan Kota Sumenep memprihatinkan. Tembok bangunan banyak retak dan mengelupas.

Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes P2KB Sumenep Moh. Nur Insan mengatakan, institusinya memiliki kantor di dua lokasi.

”Yakni di Jalan dr Cipto, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, dan Jalan Jokotole, Lingkar Barat,” katanya.

Menurut dia, staf yang menempati gedung yang terletak di Jalan dr Cipto memang dikurangi.

Sebab, bangunan banyak yang rusak. ”Kalau gedung yang ada di Jalan dr Cipto ditempati sekretaris, kepegawaian, perencanaan, dan keuangan. Sebagian ruangan disulap jadi tempat arsip,” ucapnya.

Nur Insan menambahkan, di kantor yang terletak di Jalan Dokter Cipto terdapat dua gedung.

”Tapi, kami hanya menempati gedung yang terletak di sisi barat. Gedung sisi timur saat ini ditempati disperkimhub," imbuhnya.

Sekadar diketahui, pembangunan gedung dinkes tersebut sebelumnya bermasalah. Yakni, anggarannya dikorupsi. Polres Sumenep sudah menetapkan enam tersangka dalam kasus tersebut.

Lima tersangka lainnya saat ini menjalani hukuman di Rutan Kelas II-B Sumenep sesuai vonis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

Kelima tersangka adalah Imam Mahmudi (IM) selaku pelaksana proyek dan Muhsi Al-Qodri (MA) selaku Kuasa Direksi PT Wahyu Sejahtera. Termasuk juga Arman Effendi (AE) selaku PPK.

Selanjutnya, konsultan perencana merangkap konsultan pengawas Ary Broto Muljantoro (ABM) serta Direktur PT Wahyu Sejahtera M. Wahyu (MW).

Khusus Eko Wahyu Nugroho (EWN) Direktur CV Cipta Graha hingga kini masih buron. (iqb/yan)

Editor : Ina Herdiyana
#memprihatinkan #gedung #retak #Dinkes P2KB #Pembangunan