Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Rehabilitasi Pasar Anom Baru Sumenep Bakal Telan APBD Rp 1,1 Miliar

Hera Marylia Damayanti • Jumat, 7 Februari 2025 | 16:05 WIB
PUSAT EKONOMI: Masyarakat berbelanja ke Pasar Anom Baru Sumenep Kamis (6/2). (MOH. LATIF/JPRM)
PUSAT EKONOMI: Masyarakat berbelanja ke Pasar Anom Baru Sumenep Kamis (6/2). (MOH. LATIF/JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id Empat pasar tradisional jadi atensi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk diperbaiki.

Namun, hanya Pasar Anom Baru yang akan direvitalisasi tahun ini. Program itu diperkirakan akan menelan APBD Rp 1,1 miliar.

Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Sumenep bakal merehabilitasi kios blok sayur.

Royek fisik tersebut direncanakan akan dimulai tahun ini.

Kepala Bidang Perdagangan Diskop UKM Perindag Sumenep Idham Halil menyatakan, ada tiga pasar yang menjadi atensi pemkab selain Pasar Anom Baru.

Yakni, Pasar Gapura, Dasuk, dan Pasongsongan. Namun karena keterbatasan anggaran, tiga pasar itu tidak dapat diperbaiki tahun ini.

”Proses rehabilitasi ini akan menelan APBD sebesar Rp 1,1 miliar,” terangnya Kamis (6/2).

Idham mengaku, pihaknya sudah memerintahkan kepala Pasar Anom Baru Sumenep untuk melakukan sosialisasi kepada pedagang.

Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan proses rehabilitasi tersebut. Sebab, masih ada refocusing anggaran.

”Masih menunggu di bulan tiga ini kepastiannya. Kalau tidak ada pemangkasan, baru kita eksekusi,” ungkapnya.

Tahun ini diskop UKM perindag hanya akan merehabilitasi Pasar Anom Baru Sumenep.

Anggaran miliaran itu untuk rencana pembangunan blok kios sayur. Proses rehabilitasi itu dilakukan agar pembeli dan penjual nyaman.

”Di lokasi itu masih ada kios semipermanen. Karena itu, nanti akan dibangun menjadi kios tembok agar pedagang dan pembeli menjadi lebih nyaman,” tandasnya.

Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari meminta, selain melakukan rehabilitasi, organisasi perangkat daerah (OPD) teknis harus menata ulang pedagang pasar.

Terutama pengaturan kios di bangunan yang telah dibangun.

”Karena banyak bangunan, utamanya di lantai dua rata-rata tidak ditempati,” ujarnya. (tif/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#pasar anom baru #rehabilitasi #pasar tradisional #blok sayur #Diskop UKM Perindag #kios