SUMENEP, RadarMadura.id – Pulau Gili Iyang tidak ada dalam daftar tujuan wisata Delves Catherine Winifred dan Watt Peter John.
Namun, dua warga negara Australia itu harus merasakan nikmatnya menghirup udara di pulau dengan kandungan oksigen terbaik kedua dunia tersebut.
Cuaca buruk dan mesin kapal yang mati yang menyebabkan mereka terdampar.
Delves Catherine Winifred, 62, dan Watt Peter John, 64, terdampar di perairan Desa Banraas, Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, Sumenep, sejak Rabu (29/1).
Pemicunya, kapal yacht asal Australia yang dinaiki mengalami masalah mesin. Sehingga, terombang-ambing dan terdampar.
Mereka berangkat dari Australia menuju Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kemudian, melanjutkan perjalanan menuju Bali.
Dari Pulau Dewata mereka berlayar menuju Kalimantan. Namun, sebelum tiba ke Kalimantan, mereka terdampar di perairan Sumenep.
Keberadaan mereka terdeteksi warga yang sedang berlayar menuju Pulau Gili Iyang Rabu (29/1) sekitar pukul 12.05.
Mereka melihat tembakan suar sebanyak 5 kali dari kapal yang tidak diketahui identitasnya. Jarak kapal itu diperkirakan 5 mil dari arah timur perairan Desa/Kecamatan Dungkek.
Kemudian dilaporkan kepada sejumlah pihak terkait. Setelah dilakukan pengecekan, terdapat kapal sejenis kapal pelesir yang terombang-ambing.
Masyarakat pun berusaha menyelamatkan kapal tersebut. Namun, cuaca tidak mendukung. Kapal kecil nelayan tidak berani menembus gelombang menuju tengah laut.
Perangkat Desa Banraas, Pulau Gili Iyang, berusaha membantu menggunakan KM Sriwijaya untuk mengevakuasi.
Lagi-lagi tidak berhasil karena ombak tinggi. Beruntung kapal yang terdampar itu terbawa ombak hingga ke pinggir.
Dengan begitu, masyarakat bisa mendekati kapal tersebut dan mengevakuasi dua warga asing tersebut.
Dua anak buah kapal (ABK) itu dievakuasi dengan menggunakan jeriken dan pelampung menuju pantai terdekat.
Salah seorang warga Desa Banraas Edy mengungkapkan, kondisi cuaca saat kapal terdampar memang buruk.
Saat itu warga melihat ada dua orang yang melompat dari kapal tak dikenal. Kemudian, warga bergegas mendekati dan memberikan pertolongan.
”Dua warga asing itu langsung kami bawa ke rumah kepala desa untuk bermalam dan beristirahat,” kata pria 35 tahun itu kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Kamis (30/1).
”Masih ada di sini, banyak warga berdatangan karena penasaran ingin tahu kedua warga asing ini,” imbuhnya.
Plt Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti Setyoningtyas mengatakan, proses evakuasi kedua warga asing tersebut tidak mudah.
Sebab, kondisi cuaca di perairan Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, itu tidak bersahabat. Sehingga, proses penyelamatan berlangsung cukup lama.
”Kecepatan angin rata-rata 18–23 knot dan ketinggian gelombang 1–2 meter,” ungkapnya.
Widi mengaku, pihaknya sudah melakukaan koordinasi dengan berbagai pihak untuk penanganan lebih lanjut. ”Yang jelas kerugiannya ditaksir mencapai delapan miliar,” ujarnya. (iqb/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti