SUMENEP, RadarMadura.id – Tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep akan membina para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Tujuannya, agar usaha mereka kian berkembang dan kualitas produknya meningkat. Namun, tahun ini yang dibina hanya 10 pelaku UMKM.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskop UKM dan Perindag) Sumenep Moh. Ramli menyampaikan, institusinya akan melakukan pelatihan, pengawalan, serta membantu memproses perizinan dan pemasaran.
Baca Juga: Bupati Fauzi Apresiasi Program Makan Bergizi Gratis
”Semula kami berencana memfasilitasi 282 ribu pelaku UMKM. Namun karena anggarannya minim, hanya memfasilitasi 10 pelaku UMKM,” terangnya.
Dia menjelaskan, 10 UMKM itu akan mendapat pembinaan gratis. ”Tahun ini anggarannya sangat minim. Keseluruhan hanya Rp 65 juta melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2025,” tuturnya.
Sebanyak 10 UMKM itu akan dibina agar produk yang dihasilkan menjadi lebih bagus. Nantinya akan ada tim khusus yang memilih 10 pelaku UMKM tersebut.
”Kriteria paling mendasar dalam proses kurasi, di mana jenis produk yang dihasilkan merupakan hasil olahan pangan,” ungkapnya.
Baca Juga: Komisi IV DPRD Sumenep Minta Dinkes Evaluasi Kinerja Pengelola Puskesmas
Ramli mengungkapkan, 10 UMKM itu akan dibantu proses sertifikasi halal, BPOM, maupun nutrition fact. Termasuk pelatihan pemasaran produk dan pelatihan lainnya.
”Kami berharap, tahun ini ada penambahan anggaran. Dengan demikian, pelaku UMKM yang mendapatkan pelatihan dan pembinaan juga bertambah,” harapnya. (tif/yan)
Editor : Ina Herdiyana