SUMENEP, RadarMadura.id – Dalam rangka memperingati Hari Ibu, masyarakat Desa Tanjung, Pokmaswas Reng Paseser, dan PKSPL IPB University melaksanakan penanaman 3.000 pohon mangrove di Pantai Kundangwetan, Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Sumenep. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya rehabilitasi pesisir yang rusak akibat abrasi.
Penanaman dilakukan menggunakan metode korbon pancang dan SiTampan (sistem tanam pancang berumpun). Selain memperingati Hari Ibu, aksi ini menjadi bagian dari program besar menanam 10.000 pohon mangrove di kawasan tersebut.
"Ini merupakan kegiatan yang sangat baik untuk Desa Tanjung, mengingat tangkis laut di Kundangwetan banyak yang rusak," ungkap Didik, Sekretaris Desa Tanjung. Ia berharap mangrove yang ditanam dapat menggantikan fungsi tangkis laut sebagai pelindung pantai dari abrasi.
Baca Juga: Jaga Kelestarian Lingkungan, UTM-Universiti Sultan Zainal Abidin Malaysia Tanam Mangrove
Fadel, Sekretaris Pokmaswas Reng Paseser, menjelaskan bahwa jenis mangrove yang ditanam kali ini adalah Rhizophora mucronata dan Rhizophora stylosa. "Ke depan, kami juga berencana menanam jenis mangrove lainnya untuk memperkaya biodiversitas pesisir," tambahnya.
Proses penanaman dilakukan sejak pagi ketika air laut surut. Bibit mangrove ditanam dengan teknik menggali substrat sedalam 20–30 cm, menancapkan bambu sebagai pancang, dan mengikatkan 10 batang bibit mangrove pada setiap pancangnya.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekologi berupa perlindungan pantai, tetapi juga mengedukasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap keberlanjutan lingkungan pesisir. (dry)
Editor : Hendriyanto