Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Olah Daging Buah Labu Jadi Sayur dan Kue, Pucuk Daunnya pun Bisa Diolah

Hera Marylia Damayanti • Minggu, 8 Desember 2024 | 17:55 WIB
SIAP DIOLAH: Labu kuning untuk sayuran saat dibelah, Sabtu (7/12). (AYU LATIFAH/JPRM)
SIAP DIOLAH: Labu kuning untuk sayuran saat dibelah, Sabtu (7/12). (AYU LATIFAH/JPRM)

SUMENEPRadarMadura.id – Labu merupakan tanaman mudah tumbuh dan berbuah. Meski demikian, buah yang dihasilkan tidak mengecewakan.

Pada musim kemarau, petani banyak menanam tembakau. Sebagian menanam kacang-kacangan.

Pada saat bersamaan, petani menyelipkan biji labu di lahan.

Saat musim panen tembakau biasanya labu sudah berbuah. Petani biasa memetiknya untuk dibuat sayur bening atau sayur kuah santan.

”Daging buah labu juga bisa dikukus lalu dimakan dengan parutan kelapa,” tutur Azizah, petani Desa Cangkreng, Kecamatan Lenteng, Sumenep.

Daging labu juga bisa diolah aneka produk. Seperti kue dan lain-lain.

”Jangankan buahnya, pucuknya juga biasa kami konsumsi sebagai sayur,” katanya.

Azizah mengungkapkan, biasanya petani menanam biji labu di lahan saat sawah ditanam tembakau.

Labu itu akan tumbuh dengan sendirinya. Saat tembakau dipupuk, saat itu pula pohon labu juga dipupuk.

”Ini anugerah luar biasa di tanah subur karena tidak butuh banyak biaya dan tenaga untuk bisa panen labu di lahan sendiri. Bahkan, kadang lebih dari sekadar cukup untuk dikonsumsi sendiri. Karena itu, petani menjualnya,” ungkapnya.

Kelebihan labu karena bisa disimpan. Buah ini tahan lama karena tidak lekas busuk. ”Rasanya enak,” tandasnya. (luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#labu #Cangkreng #tahan lama #kecamatan lenteng #biji #Musim kemarau