KALIANGET, RadarMadura.id – Tahun ini Dinas Perikanan (Diskan) Sumenep menetapkan target produksi garam sebesar 129 ribu ton.
Namun, hingga September, yang tercapai hanya menyentuh 93 ribu ton. Artinya, produksi garam minus 36 ton dari target yang harus dicapai.
Kepala Diskan Sumenep Agustiono Sulasno menyampaikan, tidak tercapainya target produksi garam lantaran musim kemarau pendek. Apalagi, petani garam di Kota Keris hanya mengandalkan cuaca saat memproduksi garam.
”Jadi kalau sudah masuk musim hujan seperti sekarang, mayoritas petani garam tidak melakukan aktivitas produksi,” ujarnya kemarin (19/11).
Menurutnya, capaian produksi garam musim ini lebih baik jika dibandingkan tahun lalu. Buktinya, ada peningkatan hasil produksi garam petani.
”Alhamdulillah, tahun ini ada peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Luas lahan garam di Sumenep mencapai 1.667 hektare. Lahan ini tersebar di 11 kecamatan di kabupaten paling ujung timur Pulau Madura tersebut. Sementara, kisaran harga garam bulan ini sekitar Rp 700 ribu hingga Rp 750 ribu per ton.
Dia berharap, peningkatan hasil produksi bisa memenuhi kebutuhan garam dalam negeri.
Agus berjanji, ke depan akan memberikan pembinaan serta edukasi kepada petani garam agar lebih mudah dan cepat dalam memproduksi garam. Tujuannya, supaya tahun depan hasil produksi garam makin meningkat.
”Kami berharap produksi garam di Kabupaten Sumenep bisa terus meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya,” harapanya. (tif/bil)
Editor : Achmad Andrian F