Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Dayat YLBH
 Madura Diduga Peras 20 Kades, AKD Bluto Pasang Badan

Dafir. • Senin, 7 Oktober 2024 | 23:12 WIB

Ketua AKD Bluto Sumenep Matsin
Ketua AKD Bluto Sumenep Matsin


SUMENEP
, RadarMadura.id - Sejumlah Kades di Kecamatan Bluto akhir-akhir ini resah dengan kelakuan oknum LSM. Mereka mengaku sering dimintai uang dengan dalih adanya penyimpangan dana desa (DD).

Salah satu oknum LSM yang dikeluhkan sering memalak Kades di Kecamatan Bluto mengaku dari Yayasan Bantuan Lembaga Hukum (YLBH) Madura. Yakni, atas nama Dayat yang diketahui berdomisili di Desa Guluk Manjung, Kecamatan Bluto.

Dari informasi yang diterima RadarMadura.id, Dayat belakangan semakin meresahkan para Kades. Salah satunya, yang bersangkutan ditengarai rajin menekan Kades agar menyediakan uang dengan dalih sebagai kompensasi penyimpangan DD.

 

PHOTO Dayat YLBH Madura dalam status WhatsApp
PHOTO Dayat YLBH Madura dalam status WhatsApp

“Terakhir meminta para Kades uang sejuta tiap bulan, tapi kami tegas menolak karena tidak masuk akal dan sudah keterlaluan kelakuannya,” ujar salah seorang Kades di Kecamatan Bluto kepada RadarMadura.id.

Adapun modus pemalakan yang dilakukan bermacam-macam sesuai dengan alur berpikir Dayat. Misalnya, mulai dari alasan mau ikut pelatihan ke luar kota hingga alasan keluarga.

“Beberapa Kades punya bukti transfer uang ke Dayat. Selama ini, kami diam karena menghargai sesama warga Kecamatan Bluto, tapi enggak mungkin kami diam terus,” tegasnya.

Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Bluto Matsin mengakui hal yang sama. Dia membenarkan bahwa memang Dayat sering meminta uang kepada beberapa Kades. Jika hal itu sebagai "uang bensin”, mungkin kami masih menoleransi selama ini.

"Kalau uang bensin kami biasalah, tapi kalau minta uang sejutaan kepada 20 Kades, jelas sudah termasuk pemalakan. Kami tegas menolak,” katanya.

Sebagai Kades, dirinya dengan 19 Kades lainnya di Kecamatan Bluto selalu terbuka dengan LSM. Hanya saja, kata Kades Aengbaja Kenek, ini sebatas hubungan saling menghargai dalam rangka tugas dan fungsi masing-masing.

Tetapi jika mencakup hal prinsip, sambung Matsin, para Kades berpikir ulang. Karena itulah, AKD Bluto siap membentengi Kades di wilayahnya dengan model dan cara apa pun menghadapi LSM pemalak.

Pembina AKD Bluto Akhmadi Yasid menyayangkan tindakan mengarahkan oknum YLBH Madura. Karena itu, jajaran AKD Bluto mendekatkan barisan untuk melawan pemalakan oleh oknum yang diketahui bernama Dayat itu.

“Kalau bisa kami maklumi, ya kami maklumi, tapi kalau berlebihan ya kita hadapi. Karena itu, kami berkonsultasi dengan penegak hukum mengenai dugaan tindakan pemalakan tersebut. 

Di tempat terpisah, Dayat dari YLBH Madura mengakui dirinya memang berasal dari lembaga tersebut. Hanya, saat dihubungi wartawan RadarMadura.id,  dia enggan diwawancarai melalui saluran telepon.

Kepada RadarMadura.id,  dia mengaku ada di acara. Akhirnya, wawancara pun melalui pesan singkat.

Dalam pesan singkatnya,  RadarMadura.id menanyakan apakah semua tindakannya merupakan tindakan YLBH Madura? Dia malah menanyakan tindakan apa, padahal sebelumnya sudah menanyakan soal dugaan pemalakan kepada Kades di Kecamatan Bluto.

Saat dipertegas kepada dugaan pemerasan, Dayat langsung menepisnya. “Tidak pernah, Mas”, katanya melalui pesan singkat di aplikasi WhatsApp.

Ketika ditanya perihal permintaan uang sejutaan kepada para Kades di Bluto, Dayat lagi-lagi menepis dengan pesan singkat. “Tidak pernah, Mas,” tepisnya sekali lagi.

RadarMadura.id lalu menanyakan perihal peran dan fungsi YLBH Madura terhadap desa. Namun, Dayat tak lagi merespons pertanyaan RadarMadura.id. (iqb/daf)

Editor : Dafir.
#madura #lsm