SUMENEP, RadarMadura.id – Alokasi anggaran untuk kegiatan pendataan jalan dan jembatan, baik di daerah daratan dan kepulauan, cukup besar.
Tahun ini Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Sumenep menganggarkan Rp 199.800.000. Namun, program ini belum terealisasi.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Sumenep Salamet Supriyadi menyampaikan, anggaran ratusan juta itu disediakan untuk melakukan pemantapan data jalan dan jembatan.
Tujuannya, mengetahui jumlah jalan yang sudah diperbaiki dan jalan rusak.
”Anggaran itu disediakan untuk melakukan pemantapan data jalan dan jembatan di Sumenep,” ujarnya Jumat (4/10).
Dia menjelaskan, petugas yang ditunjuk akan menganalisis data jalan dan jembatan yang telah dikerjakan tahun ini.
Jika sudah terdata, akan diketahui berapa banyak jalan yang sudah diperbaiki.
”Kegiatan itu semacam survei data jalan dan jembatan. Hasilnya nanti akan diajukan ke pemerintah pusat sebagai acuan untuk mendapatkan dana alokasi khusus (DAK),” jelasnya.
Salamet mengakui jika survei tersebut belum dilakukan. Sebab, pengerjaan fisik jalan dan jembatan di Kota Keris belum tuntas semua.
Karena itu, realisasi kegiatan tersebut harus menunggu akhir tahun.
”Mungkin akhir tahun kami laksanakan setelah semua pekerjaan fisik sudah terealisasi, sehingga bisa menghasilkan data yang valid,” tuturnya.
Ketua DPRD Sumenep Zainal Arifin menilai, pendataan tersebut penting dilakukan agar jalan dan jembatan yang sudah diperbaiki atau tidak dapat diketahui.
Data tersebut bisa dijadikan acuan untuk peningkatan kegiatan infrastruktur.
Dia meminta agar anggaran tersebut digunakan sebagaimana mestinya.
Petugas harus benar-benar turun ke lapangan agar menghasilkan data yang benar-benar valid.
”Anggaran itu harus digunakan sesuai dengan peruntukannya. Kami pasti akan mengawasinya,” tegasnya. (tif/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta