Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Mesiu Meledak, Pasutri Asal Ganding Tewas, Polres Sumenep Dua Kali Olah TKP

Hera Marylia Damayanti • Senin, 23 September 2024 | 14:20 WIB
HANCUR LEBUR: Kondisi rumah pasutri yang hampir rata dengan tanah usai terkena ledakan dahsyat di Desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding, Sumenep, Sabtu (21/9). (MOH. LATIF/JPRM)
HANCUR LEBUR: Kondisi rumah pasutri yang hampir rata dengan tanah usai terkena ledakan dahsyat di Desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding, Sumenep, Sabtu (21/9). (MOH. LATIF/JPRM)

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Pasangan suami istri Mat Saleh, 48, dan Asmaniyah, 40, tewas di dalam rumahnya Sabtu (21/9).

Warga Dusun Polay Timur, Desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding, Sumenep, itu meninggal diduga akibat bahan peledak (handak). Tubuh korban juga hancur akibat ledakan.

Rumah korban hampir rata dengan tanah usai terkena ledakan dahsyat tersebut. Berbagai peralatan rumah hancur berserakan.

Bahkan, potongan genting terlempar hingga belasan meter ke berbagai arah di sekitar lokasi. Beruntung lokasi ledakan tidak padat penduduk.

Sudirman, tetangga korban, mengatakan, efek ledakan itu membuat kaca rumahnya bergetar.

Padahal, jarak rumahnya dengan TKP sekitar 800 meter. ”Tapi, dentumannya terdengar keras,” ujarnya Minggu (22/9).

Pria berusia 25 tahun itu mengaku tidak tahu pasti penyebab ledakan tersebut.

Tapi, masyarakat mengenal korban sering membuat sreng dor dan mercon menggunakan handak.

Diduga korban meninggal karena ledakan handak tersebut. Koran ini juga menemukan kertas folio berserakan di sekitar TKP.

”Informasi yang beredar, korban memang sering membuat bahan peledak. Tapi, saya tidak tahu pasti karena tidak pernah menyaksikan sendiri,” tuturnya.

Hal serupa juga diungkapkan warga lainnya. Ledakan tersebut terdengar sangat keras. Dia terkejut saat mendengar kabar ada warga meninggal karena ledakan.

”Bunyinya seperti orang menutup pintu dengan keras,” ungkap warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian.

Terpisah, Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti Setyoningtyas membenarkan peristiwa ledakan tersebut.

Menurutnya, korban memang dikenal sering membuat sreng dor, mercon, dan lainnya. Pihak kepolisian telah dua kali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

”Untuk perkembangannya, sabar dulu ya. Besok kami adakan press release pukul 08.00 WIB,” tandasnya. (tif/bil)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#handak #mesiu #ledakan #mercon