SUMENEP, RadarMadura.id – Aktivis mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Ekstra Parlemen (Gempar) memasang karangan bunga di depan kantor DPRD Sumenep Rabu (18/9).
Itu dilakukan sebagai wujud apresiasi terhadap ketua sementara DPRD Sumenep dalam aksinya merazia tempat lokalisasi.
Korlap Aksi Hulil Amsari menyatakan, langkah yang Ketua sementara DPRD Sumenep Zinal Arifin bersama satpol PP patut diapresiasi.
Langkah itu sudah sesuai dengan nilai-nilai moralitas masyarakat Kota Keris.
Selama ini Sumenep dikenal dengan julukan Kota Santri. Juga, banyak tokoh kiai dan ulama ternama yang lahir di Kabupaten Sumenep.
Karena itu, seharusnya aksi penutupan tempat prostitusi harus menjadi prioritas pemerintah.
Meski begitu, dia meminta ketua sementara DPRD tidak tebang pilih dalam merazia tempat yang menjadi sarang prostitusi.
Termasuk di kos-kosan, rumah, dan hotel. Apalagi, ditengarai ada hotel yang dijadikan tempat prostitusi.
”Segera razia hotel-hotel yang diduga jadi tempat prostitusi, terutama dua hotel di Sumenep yang selama ini menjadi buah bibir masyarakat, jangan tebang pilih, Pak Dewan,” tegasnya.
Gempar memberikan beberapa catatan kepada Zinal Arifin agar pemberantasan prositusi mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Salah satunya dengan tidak mempertontonkan wajah para PSK.
Baca Juga: KPU Sumenep Tingkatkan Sinergisitas Menjelang Pilkada, Gelar Rakor Bersama Para Pihak
Sementara itu, Ketua sementara DPRD Sumenep Zainal Arifin mengaku tidak dapat berkomentar banyak terkait hal tersebut.
Karena itu, pihaknya belum mengetahui bentuk karangan bunga yang dikirim mahasiswa.
”Saya masih di Malang, ada agenda bimbingan teknis (bimtek) bersama seluruh anggota DPRD Sumenep 2024–2029,” singkatnya. (tif/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia