SUMENEP, RadarMadura.id – Untuk mengatasi krisis air bersih di sejumlah desa pada musim kemarau, BPBD Sumenep mengajukan proyek pengeboran.
Informasinya, pengeboran akan dilakukan BPBD Sumenep di tujuh lokasi.
Kepala Pelaksana BPBD Sumenep Ach. Laili Maulidy mengatakan, untuk mengatasi krisis air bersih di sejumlah desa, institusinya mengajukan proyek pengeboran.
”Kami sedang mengajukan proposal ke BNPB RI agar proyek pengeboran ini bisa terealisasi,” katanya saat ditemui di ruangannya Selasa (10/9).
Menurutnya, proyek pengeboran sumur bor tersebut merupakan kolaborasi BNPB dengan TNI AD.
Institusinya hanya bertugas menentukan daerah-daerah yang membutuhkan sumur bor.
”Misalnya Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan. Sebab, setiap tahun pasti mengalami kekeringan,” jelasnya.
Dijelaskan, setiap tahun institusinya selalu mengajukan proposal pengeboran sumur. Tapi, tidak semua usulan yang diajukan terealisasi semua.
”Kalau berkaca pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, mungkin hanya satu proyek sumur bor yang terealisasi,” tuturnya. (tif/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia