Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Tampil di Panggung Internasional, Grup Band Musik Asal Madura Lorjhu’ Bawakan Lagu dari Album Paseser dan Parenduan

Hera Marylia Damayanti • Rabu, 11 September 2024 | 14:15 WIB
MEMUKAU: Para musisi grup band Lorjhu ketika tampil di DBS Foundation Outdoor Theatre, Esplanade, Singapura, Sabtu (7/9). (CHAIRIL ANWAR UNTUK JPRM)
MEMUKAU: Para musisi grup band Lorjhu ketika tampil di DBS Foundation Outdoor Theatre, Esplanade, Singapura, Sabtu (7/9). (CHAIRIL ANWAR UNTUK JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Membanggakan. Itulah kata yang tepat untuk mengapresiasi perjalanan grup band musik asal Madura, Lorjhu’.

Mereka tampil memukau di DBS Foundation Outdoor Theatre, Esplanade, Singapura, Sabtu (7/9).

Esplanade merupakan pusat studi seni pertunjukan nasional Singapura.

Terletak di kawasan Marina Bay dengan misi utamanya yakni hiburan, edukasi, dan inspirasi melalui kesenian dan budaya.

Penampilan Lorjhu’ memukau karena mayoritas lagu yang dibawakan ketika mengambil bagian dari panggung Esplanade itu beririsan dengan lokalitas Madura.

”Ini sesuai dengan misi yang diusung Esplanade,” tutur Manager Lorjhu’ Abdul Razak Selasa (10/9).

Dia menuturkan, grup musiknya itu diundang untuk tampil dalam program Cipta Cita.

Program ini merupakan bagian dari event Esplanade. ”Kami tampil atas invitation dari mereka,” ungkapnya.

Lorjhu’ tampil dalam tiga sesi dengan membawakan semua lagu dalam dua album, Paseser dan Parenduan. Penonton tiap sesi berbeda.

Hal itu memberi kesan dan spirit tersendiri bagi Badrus Zeman dan kawan-kawan. ”Kami tampil dalam tiga sesi,” jelasnya.

Lorjhu’ berdiri sekitar lima tahun silam. Tepatnya, 2019 yang diawali proyek solo dari Badrus Zeman.

Baca Juga: Makan Durian Sepuasnya di Kawasan Wisata Fresh Green Trawas, Mojokerto

Kemudian, bertransformasi menjadi band dengan musisi Badrus sebagai vokalis dan gitaris.

Gaharaiden Soetansyah sebagai drumer dan Insan Negara sebagai bassist.

Lorjhu’ memang tidak seterkenal grup band populer yang berorientasi pada ruang industri.

MEMBANGGAKAN: Vokalis sekaligus gitaris grup band Lorjhu Badrus Zeman tampak menghayati lagu yang dibawakan saat tampil di DBS Foundation Outdoor Theatre, Esplanade, Singapura, Sabtu (7/9).
MEMBANGGAKAN: Vokalis sekaligus gitaris grup band Lorjhu Badrus Zeman tampak menghayati lagu yang dibawakan saat tampil di DBS Foundation Outdoor Theatre, Esplanade, Singapura, Sabtu (7/9).

Namun, karya Lorjhu’ tidak bisa dikesampingkan. Sebab, mereka memiliki ciri khas tersendiri.

Lorjhu’ konsisten berkarya dengan tetap mengusung napas tradisional Madura, meskipun dibalut dalam genre rock.

Hal itu  bisa dilihat dari album pertamanya, Paseser dan album kedua Parenduan yang dirilis pada 2023.

Bahasa yang digunakan dalam lagu-lagu garapan Lorjhu’ selalu berbahasa Madura.

Pada kesempatan itu Lorjhu’ membawakan lagu Kembang Koneng, Can-macanan, Toron, dan Lakona Oreng Manceng.

Selain itu, Moy-tamoyan, Romasana Kerrong, Malem Penggir Sereng, Nemor, Saporana, Parenduan, dan lain-lain.

Rozak berharap, dengan berbagai proses yang dijalani, grupnya itu kian eksis di belantika musik nasional.

Sehingga, Madura semakin dikenal oleh masyarakat secara luas. ”Harapan kami, ya, semoga diberi semangat untuk terus berkarya,” harapnya. (di/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Parenduan #lokalitas #Lorjhu #ciri khas #musisi #Paseser #tradisional #madura #genre rock #grup band