SUMENEP, RadarMadura.id – Warga Desa Batang-Batang Laok, Kecamatan Batang-Batang, dihebohkan dengan penemuan sumur bor yang diduga mengeluarkan air bercampur minyak pada Sabtu (31/8).
Sumur bor tersebut milik M. Suhayu, 54, warga Dusun Koplong.
Haris selaku kepala Desa Batang-Batang Laok mengatakan, sumur bor tersebut sebenarnya sudah digali sejak November 2023.
Namun karena volume airnya kecil, proses pengeboran akhirnya dihentikan. Padahal, saat itu kedalamannya sudah mencapai 65 meter.
”Saat Suhayu mengecek sumurnya pada Sabtu (31/8), baunya menyengat seperti aroma minyak tanah,” katanya.
Karena penasaran, Suhayu berinisiatif mengambil air tersebut menggunakan bambu yang ujungnya diberi botol bekas air mineral.
Ternyata, warna airnya kehitaman seperti bercampur minyak. ”Selanjutnya, kami melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah Kecamatan Batang-Batang,” jelasnya.
Dijelaskan, saat ini sumur tersebut sudah digenangi air dengan kedalaman sekitar tiga meter.
”Air sumur bor saat disulut menggunakan korek api, ternyata terbakar. Temuan tersebut sudah kami laporkan kepada pemerintah kecamatan dan Polsek Batang-Batang,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasihumas Polres Sumenep Widiarti Setyoningtyas membenarkan kejadian tersebut.
Dikatakan, saat ini sumur bor tersebut sudah diberi garis polisi. Dia mengimbau kepada pemilik sumur untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di kawasan tersebut.
”Kami sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keamanan dan menentukan langkah-langkah penanganan selanjutnya. Sebab, kami khawatir hal ini bisa membahayakan warga sekitar,” tandasnya. (tif/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti