SUMENEP, RadarMadura.id – Di tangan Syukri, Baznas Sumenep merintis berbagai program. Baik dalam aspek ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan.
Sebab, hal itu merupakan amanah dari Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo dan Baznas Republik Indonesia.
Program yang paling prioritas yang digagas adalah pengentasan kemiskinan. Dia diminta untuk membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep agar terlibat dalam menyelesaikan problem kemiskinan di Kota Keris.
”Program yang diamanatkan oleh Bapak Bupati agar kami bisa terlibat dalam program pengentasan kemiskinan,” ucapnya.
Program pengentasan kemiskinan tersebut dibuktikan dengan berbagai hal. Misalnya, pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui beasiswa pendidikan dan beasiswa santri.
Bahkan, untuk semua tingkatan. Mulai dari taman kanak-kanak (TK) sampai dengan perguruan tinggi.
”Kami harus memberikan beasiswa dari tingkat sekolah paling bawah sampai dengan perguruan tinggi. Itu dalam arah pengembangan SDM,” jelas alumnus STKIP PGRI Sumenep itu.
Beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa bertujuan menjadi proyek masa depan bagi warga Sumenep.
Ketika selesai menempuh pendidikan, diharapkan dapat membantu pengembangan masyarakat. "Termasuk soal ekonomi. Target kami tahun ini ada 100 penerima beasiswa yang ada di Sumenep,” ucapnya.
Selanjutnya, dalam aspek pengembangan ekonomi kreatif. Syukri mencetuskan program Sumenep Makmur. Salah satunya program di dalamnya, yakni memberikan modal kepada pelaku usaha. Mulai dari biaya, peralatan, dan sebagainya.
Khusus untuk pengembangan ekonomi kreatif ini, Baznas sudah bekerja sama dengan Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU).
Kemudian ada program bedah rumah. Hal ini ditujukan untuk rumah tidak layak huni (RTLH).
Sasarannya, tentu saja adalah masyarakat Sumenep. Dengan syarat, benar-benar tergolong sebagai fakir miskin.
Untuk RTLH sendiri yang dilakukan Baznas di bawah kepemimpinan Syukri lebih kurang mencapai 38 unit pada 2023. Sedangkan tahun ini 12 rumah. Sebagian sudah diperbaiki.
”Bermacam-macam kalau sebarannya. Ada di Kecamatan Kota 4, korban kebakaran di Kecamatan Arjasa 3. Kemudian Kecamatan Lenteng, Guluk-Guluk, dan terakhir di Kecamatan Manding,” ungkapnya.
Syukri juga berhasil mendeteksi beberapa orang yang tidak memiliki rumah. Lokasinya di Kecamatan Kota. Yakni seorang ibu dengan dua anak.
”Ini murni tidak punya rumah. Kemudian ada lagi anak yatim piatu sebanyak empat, dan alhamdulillah kami perbaiki rumahnya.
Syukri berharap, dengan berbagai upaya dan program yang dilakukan itu dapat membantu kebutuhan masyarakat.
Sehingga, perlahan Kabupaten Sumenep bergerak menjadi daerah yang maju dan masyarakatnya berkecukupan.
”Semua itu, saya dan teman-teman lakukan untuk membantu masyarakat Sumenep. Termasuk juga dalam kesehatan, kami juga punya program membiayai kebutuhan pasien yang tidak mampu,” pungkasnya. (di/luq)
Editor : Achmad Andrian F