SUMENEP, RadarMadura.id – Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Bahari Sumekar (DBS) III tidak sehat dan selalu merugi.
Meski demikian, eksekutif dan legislatif malah menyetujui subsidi untuk 2025. Angkanya cukup fantastis, yakni mencapai Rp 5 miliar.
Anggota Komisi III DPRD Sumenep M. Muhri membenarkan bahwa tahun depan KMP DBS III milik PT Sumekar Line itu kembali diberikan subsidi pelayaran.
Pembahasan pemberian subsidi disebut cukup alot. Sebab, kapal pelat merah tersebut selama ini memiliki catatan buruk.
”Tahun ini subsidinya Rp 4 miliar. Akan tetapi, tahun depan kami berikan Rp 5 miliar. Ini untuk memberikan kesempatan pada PT Sumekar memperbaiki pengelolaan manajemennya,” dalihnya.
Muhri meminta PT Sumekar Line agar membuktikan bisa mengelola subsidi tersebut dengan baik. Yakni, supaya KMP DBS III tidak selalu rugi.
Dia meminta badan usaha milik daerah (BUMD) Sumenep itu memanfaatkan kesempatan tersebut dengan maksimal.
”Kami memang sudah berkali-kali memberikan kesempatan pada KMP DBS III. Kalau tetap tidak produktif, akan kami bubarkan saja daripada membebani keuangan pemkab,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep Yayak Nurwahyudi belum bisa memberikan keterangan berkenaan pemberian subsidi Rp 5 miliar untuk KMP DBS III itu.
Dihubungi berkali-kali ke nomor handphone-nya, yang bersangkutan tidak merespons.
Direktur Operasional PT Sumekar Line Imam Mulyadi terkesan menghindar saat JPRM mengonfirmasi berkenaan pemberian subsidi tersebut.
Buktinya saat dihubungi berulang-ulang tidak merespons. Pesan WhatsApp yang dikirim hanya dibaca dan tidak dibalas. (iqb/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta