SUMENEP, RadarMadura.id – Pemkab Sumenep resmi menetapkan break-even point (BEP) tembakau pada masa panen tahun ini.
Hasilnya, BEP tahun ini mengalami kenaikan dibanding tahun 2023. Ketentuan itu tertuang dalam surat keputusan (SK) Bupati Sumenep Nomor 188/252/KEP/435.013/2024 tentang titik impas harga tembakau Sumenep tahun 2024.
Berdasar data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), BEP tembakau gunung tahun ini Rp 66.983, tembakau tegal Rp 61.604, dan tembakau sawah Rp 46.142.
Sedangkan pada 2023, tembakau gunung Rp 55.500, tembakau tegal Rp 47.000, dan tambakau sawah Rp 40.000.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM dan Perindag) Sumenep Moh. Ramli mengatakan, BEP tidak bisa dijadikan patokan untuk menentukan harga tembakau.
Sebab, harga tembakau bisa saja lebih tinggi dari BEP. Penentuan harga tembakau tersebut biasanya disesuaikan dengan kualitas.
”BEP hanya perincian biaya dari awal produksi hingga masa panen yang dikeluarkan oleh petani. Harapan kami, harga tembakau di pasaran lebih tinggi dari BEP. Sehingga, petani tidak dirugikan,” katanya.
Ramli menyatakan, salah satu tujuan pemkab menetapkan BEP adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani tembakau.
Sehingga, tidak terjadi manipulasi harga oleh oknum pengepul dan perusahaan rokok. ”Kami berharap kesejahteraan petani semakin meningkat,” tuturnya.
Dia menyarankan petani untuk terus meningkatkan kualitas tembakau. Sehingga, tembakau yang dipanen petani nantinya laku dengan harga mahal.
”Jangan terburu-buru memanen tembakau. Masa panen harus sesuai jadwal agar kualitasnya terjamin. Itu saran kami agar harga tembakau mahal,” imbuhnya.
Sudarsono, petani tembakau Desa Moncek Timur, Kecamatan Lenteng, berharap pemerintah terus mengawal proses pembelian tembakau di Kota Keris.
Sebab, yang terjadi di lapangan terkadang tidak menguntungkan petani. Salah satunya, pengambilan sampel yang tidak sesuai aturan.
”Pengambilan sampel di luar ketentuan banyak terjadi di lapangan. Karena itu, harus dikawal oleh pemerintah. Semoga harga tembakau tahun ini mahal dan cuaca berpihak kepada petani,” harapnya. (tif/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti