SUMENEP, RadarMadura.id – Produk olah ikan di Kabupaten Sumenep cukup banyak. Namun, potensi tersebut belum tergarap dengan maksimal, salah satunya dari sektor pemasaran yang kurang masif.
Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perikanan (Diskan) Sumenep Heru Faizal menyampaikan, pihaknya memiliki binaan kelompok pengolahan dan pemasaran hasil perikanan (poklahsar).
Perinciannya, 306 orang pengolah hasil perikanan, sedangkan pemasaran hasil perikanan 556 orang.
”Beberapa produk olahan berbahan dasar ikan sudah banyak, seperti kerupuk ikan, abon ikan, petis, ikan asin, dan olahan lainnya,” katanya belum lama ini.
Heru menjelaskan, sebagian produk sudah dipasarkan. Seperti diperkenalkan dalam beberapa event, meskipun belum maksimal. Jadi sangat perlu dipasarkan lebih luas lagi, salah satunya melalui platform digital.
”Saat ini produk yang ada diperkenalkan pada masyarakat dalam mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menggunakan bahan dasar ikan,” terangnya.
Selain mengolah, poklahsar juga bisa melakukan usaha pemasaran produk perikanan baik yang sudah berupa bahan jadi, setengah jadi, dan bahan mentah.
Heru berjanji, pihaknya akan terus melakukan pembinaan, mulai dari segi pengolahan, pengemasan hingga pemasaran.
”Melalui penyuluh kami akan terus melakukan pembinaan agar kualitas SDM-nya semakin baik,” tandasnya.
Sementara itu, pelaku UMKM kerupuk ikan dan petis ikan asal Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, Hasiyah menyarankan agar program pembinaan terhadap pelaku usaha tidak hanya berfokus di kecamatan daratan. Menurutnya, di daerah kepulauan potensinya tidak kalah besar.
”Kalau soal potensi saya yakin di daerah kepulauan lebih besar. Namun karena keterbatasan akses, kami sulit untuk berkembang. Padahal di sini produk olahan ikan cukup banyak, mulai dari petis, kerupuk, abon, bakso ikan, dan lainnya,” ungkapnya. (tif/luq)
Editor : Achmad Andrian F